Perkembangan tren wisata berbasis kesehatan dan spiritual mendorong munculnya berbagai inovasi produk pariwisata yang berorientasi pada pengalaman transformasional. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah aktivitas Sound Healing yang berkembang di Siwa Linggam Temple, Ubud. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan aktivitas Sound Healing, mengidentifikasi motivasi wisatawan dalam mengikuti aktivitas tersebut, serta menjelaskan perannya sebagai inovasi produk spiritual tourism di Ubud. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengelola destinasi, fasilitator Sound Healing, serta wisatawan domestik dan mancanegara yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan mengacu pada teori Tourism Area Life Cycle (TALC), teori motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta The Generic Tourism Product. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas Sound Healing mengalami perkembangan yang signifikan sebagai bagian dari produk spiritual tourism di Ubud. Motivasi wisatawan dipengaruhi oleh faktor intrinsik berupa kebutuhan relaksasi, pencarian ketenangan batin, keseimbangan energi, dan pengalaman spiritual, sedangkan faktor ekstrinsik meliputi citra Ubud sebagai destinasi spiritual, rekomendasi media sosial, kualitas fasilitator, suasana alam, serta keunikan budaya Bali. Selain menjadi media relaksasi, Sound Healing berperan sebagai inovasi produk wisata yang mengintegrasikan unsur budaya lokal, spiritualitas, dan penyembuhan holistik sehingga mampu memperkuat daya saing destinasi wisata spiritual di Ubud.
Copyrights © 2026