Transformasi digital dalam pengelolaan aset sangat penting bagi keberlanjutan organisasi nirlaba di era Revolusi Industri 4.0. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendigitalisasi sistem manajemen aset di Yayasan Madinatul Qur'an Al-Amri, sebuah lembaga pendidikan sosial keagamaan yang mengelola 209 santri Tahfidz dan 16 siswa PAUD. Yayasan menghadapi tantangan signifikan dalam pengelolaan aset manual, termasuk kesulitan membedakan aset wakaf dari aset operasional, mobilitas aset yang tidak terkontrol, dan ketiadaan penjadwalan pemeliharaan, yang mengakibatkan inefisiensi pemanfaatan sumber daya dan rendahnya kualitas layanan. Untuk mengatasi masalah ini, aplikasi ASSET-SMIS (Asset Management Information System) dikembangkan dan diimplementasikan. Sistem berbasis cloud ini dilengkapi dengan Modul Input dan Klasifikasi Digital, Modul Pelacakan Real-Time dengan pelabelan QR-Code, dan Pengingat Pemeliharaan Digital. Implementasi menggunakan pendekatan Participatory Technology Development (PTD) dan Asset-Based Community Development (ABCD), yang melibatkan pelatihan intensif bagi 11 staf yayasan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi tata kelola yang signifikan. Waktu input data berkurang lebih dari 83%, dari 30-60 menit menjadi kurang dari 5 menit per barang, dengan tingkat akurasi data mencapai 95%. Selain itu, tingkat kematangan manajemen institusional meningkat dari 20% menjadi 85%, memastikan ekosistem tata kelola digital yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan
Copyrights © 2026