This article describe moral and educational values in the folktales of Paummisang, Grandpa Pemewat Tebu dari Tinambung, and the legend of Asal Muasal Pamboang from the perspective of children's literature. The study used a qualitative approach with a content analysis method for folktale texts accessed through the Sulbarkita.com website. The research data consisted of words, phrases, and sentences containing moral and educational values, then analyzed through a process of data reduction, categorization, and interpretation of meaning. The results of the study indicate that the Paummisang story contains moral values of simplicity, independence, hard work, social awareness, sincerity, and exemplary behavior, while the legend of the Origin of Pamboang displays educational values of cooperation, responsibility, deliberation, common interests, and moral values of honesty demonstrated through the consequences of broken promises. These values are conveyed implicitly through the actions of the characters and the social impacts that follow, in accordance with the characteristics of children's literature that is not patronizing. This study concludes that both folktales have strong potential as children's literature based on local wisdom of West Sulawesi that supports character building, strengthening social values, and cultural inheritance to the younger generation. AbstrakArtikel ini mendeskripsikan nilai moral dan nilai edukatif dalam cerita rakyat Paummisang, Kakek Pemakan Tebu dari Tinambung dan legenda Asal Muasal Pamboang dalam perspektif sastra anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap teks cerita rakyat yang diakses melalui laman Sulbarkita.com. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung nilai moral dan edukatif, kemudian dianalisis melalui proses reduksi data, kategorisasi, dan penafsiran makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Paummisang memuat nilai moral kesederhanaan, kemandirian, kerja keras, kepedulian sosial, keikhlasan, dan keteladanan, sedangkan legenda Asal Muasal Pamboang menampilkan nilai edukatif kerja sama, tanggung jawab, musyawarah, kepentingan bersama, serta nilai moral kejujuran yang ditunjukkan melalui konsekuensi ingkar janji. Nilai-nilai tersebut disampaikan secara implisit melalui tindakan tokoh dan dampak sosial yang mengikutinya, sesuai dengan karakteristik sastra anak yang tidak bersifat menggurui. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua cerita rakyat tersebut berpotensi kuat sebagai bacaan sastra anak berbasis kearifan lokal Sulawesi Barat yang mendukung pembentukan karakter, penguatan nilai sosial, dan pewarisan budaya kepada generasi muda
Copyrights © 2026