Permasalahan sampah plastik rumah tangga tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan sistem pengumpulan dan pengolahan, tetapi juga dengan konsistensi masyarakat dalam memilah dan menyerahkan material yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Bank sampah merupakan salah satu mekanisme pengelolaan sampah berbasis masyarakat, namun keberlanjutannya memerlukan literasi, partisipasi, dukungan sarana, serta tata kelola komunitas yang mampu membentuk kebiasaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan playful learning berbasis gamifikasi dalam pembentukan bank sampah plastik di RT 06 RW 07, Kelurahan Cibodas Baru, Kota Tangerang. Pelaksanaan dilakukan melalui tujuh tahapan, yaitu studi literatur dan identifikasi praktik baik, diagnosis kondisi awal, perancangan intervensi gamifikasi, pembentukan kelembagaan, implementasi, evaluasi setelah intervensi, serta analisis dan penguatan keberlanjutan. Intervensi memadukan kuis, simulasi pemilahan dan penimbangan, permainan peran nasabah-pengelola, misi kelompok, poin, lencana, papan peringkat, penghargaan, dan penyediaan kompartemen pemilahan skala mikro. Hasil pelaksanaan menunjukkan terbentuknya mekanisme pembelajaran partisipatif yang menghubungkan edukasi pemilahan dengan praktik operasional dan pembentukan kelembagaan bank sampah. Pendekatan ini menempatkan warga sebagai pelaku yang terlibat dalam pemilahan, penyetoran, perumusan aturan, pembagian peran, dan pengelolaan program. Model kegiatan menunjukkan bahwa pembentukan bank sampah perlu mengintegrasikan literasi, motivasi, kemampuan bertindak, fasilitas pendukung, partisipasi, dan tata kelola komunitas agar berpotensi berkelanjutan. Evaluasi lanjutan direkomendasikan untuk mendokumentasikan data literasi sebelum dan sesudah intervensi, jumlah nasabah aktif, frekuensi penyetoran, serta berat sampah plastik terkumpul, sehingga keberhasilan program dapat diukur secara terukur dan model dapat direplikasi secara bertanggung jawab pada lingkungan perumahan lain.
Copyrights © 2026