Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas kerja guru terhadap kinerja guru di SMKS PGRI Pagaralam. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik pengumpulan data survei. Populasi berjumlah 26 guru dan seluruhnya dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh (sensus). Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t parsial, dan koefisien determinasi (R²) dengan bantuan IBM SPSS. Temuan – Fasilitas kerja guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t hitung = 4,727 > t tabel = 2,064; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,482 menunjukkan bahwa fasilitas kerja guru menjelaskan 48,2% variasi kinerja guru, sedangkan 51,8% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Keterbatasan penelitian – Penelitian ini hanya melibatkan satu variabel bebas pada satu sekolah dengan jumlah responden terbatas dan desain cross-sectional. Pengujian asumsi klasik juga terbatas pada uji normalitas sehingga generalisasi temuan perlu dilakukan secara berhati-hati. Implikasi – Secara praktis, temuan ini mendukung prioritas pengadaan perangkat teknologi operasional dan penguatan jaringan internet sekolah—dua aspek yang pada observasi awal teridentifikasi paling terbatas—sebagai langkah yang paling langsung menopang kinerja guru. Kebaruan – Penelitian ini mengukur kinerja guru menggunakan indikator Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 yang masih jarang digunakan dalam kajian terdahulu, sekaligus menyoroti konteks sekolah menengah kejuruan swasta di daerah yang justru mencatat kinerja guru tinggi di tengah keterbatasan fasilitas.
Copyrights © 2026