Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komunikasi, pelatihan, dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah X Dempo, Sumatera Selatan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif melalui metode survei terhadap 73 responden. Analisis dilakukan menggunakan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (β=0,670; t=3,642; p=0,000), sementara komunikasi (β=-0,069; p=0,609) dan pelatihan (β=0,302; p=0,107) tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, komunikasi, pelatihan, dan komitmen organisasi mampu menjelaskan kinerja pegawai sebesar 79,2% (R²=0,792) yang termasuk kategori kuat, dengan kontribusi dominan berasal dari komitmen organisasi (f²=0,310), sedangkan pelatihan memiliki pengaruh kecil (f²=0,062) dan komunikasi tidak berkontribusi signifikan (f²=0,003). Temuan ini menegaskan bahwa komitmen organisasi merupakan faktor utama dalam peningkatan kinerja pegawai, sementara strategi komunikasi dan program pelatihan perlu ditingkatkan efektivitasnya agar memberikan dampak yang lebih optimal. Penelitian ini terbatas pada satu unit manajemen kehutanan dan hanya menggunakan data kuantitatif, sehingga hasilnya tidak sepenuhnya dapat digeneralisasi, namun memberikan kontribusi empiris mengenai pentingnya komitmen organisasi serta perlunya penguatan komunikasi internal dan pelatihan aplikatif sebagai strategi peningkatan kinerja pegawai di sektor kehutanan.