Kale (Brassica oleracea var. acephala) adalah sayuran daun bergizi tinggi yang belum dikenal luas oleh masyarakat perdesaan di Indonesia. Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Pasigaran, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang memiliki lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara produktif, dan anggotanya belum mengenal kale maupun teknik budidayanya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan minat, pemahaman, dan keterampilan anggota KWT dalam budidaya kale untuk memenuhi kebutuhan sayuran keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi koordinasi dan persiapan, penyuluhan dan diskusi, pelatihan teknis penyemaian dan penanaman pada demplot, serta praktik panen bertahap, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Skor rata-rata minat dan persepsi 13 peserta terhadap budidaya kale (delapan pernyataan Ya/Tidak, skala 0–8) meningkat dari 5,3 pada pre-test menjadi 8,0 pada post-test, dengan peningkatan terbesar pada kesediaan membagikan informasi, penilaian kemudahan budidaya, dan kesediaan mencoba menanam. Seluruh peserta juga menyatakan kegiatan bermanfaat dan berharap ada pelatihan lanjutan. Penyuluhan yang dipadukan dengan praktik pada demplot dapat menjadi pendekatan awal untuk memperkenalkan komoditas baru di pekarangan, dan keberlanjutan adopsi memerlukan dukungan penyediaan benih serta pendampingan budidaya.
Copyrights © 2026