Konservasi Hayati
Vol 22 No 2 (2026): Oktober

Keanekaragaman Jenis Burung dalam Menunjang Upaya Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Desa Nelayan Seberang

Aulia Putra Daulay (Universitas Satya Terra Bhinneka)
Sahat Raja Marigo Girsang (Prodi S1 Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Satya Terra Bhinneka, Indonesia, 2012)
Ratna Sari (Prodi S1 Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Satya Terra Bhinneka, Indonesia, 2012)
Eka Syafrina Monica (Prodi S1 Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Satya Terra Bhinneka, Indonesia, 2012)
Dayun Ifanda (Prodi S1 Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Satya Terra Bhinneka, Indonesia, 2012)
Hanna Tresia Silalahi (Prodi S1 Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Satya Terra Bhinneka, Indonesia, 2012)



Article Info

Publish Date
30 Oct 2026

Abstract

Hutan mangrove memiliki manfaat secara ekologi, sosial, dan ekonomi, dari sisi pemanfaatan ekonomi, hutan mangrove dapat digunakan sebagai objek ekowisata. Ekowisata hutan mangrove memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi masyarakat sekitar untuk peningkatan ekonomi mereka. Pengamatan burung dalam ekowisata hutan mangrove dapat dinikmati oleh wisatawan lokal maupun internasional. Ekowisata pengamatan burung (aviturisme) merupakan bentuk wisata yang memiliki dampak negatif minimal, dari berbagai segi. Hutan mangrove Desa Nelayan Seberang Medan Belawan sangat mungkin untuk memiliki kekayaan jenis burung yang berpotensi untuk digunakan di dalam kegiatan aviturisme. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian terhadap potensi aviturisme di hutan mangrove Desa Nelayan Seberang. Penelitian ini menggunakan pengamatan langsung dengan metode point count, dan analisis data menggunakan Indeks Keanekaragaman jenis Shannon-Wienner (H’) dan Kemerataan (Evenness). Penelitian ini mencatat 16 jenis burung yang diidentifikasi dari total 122 individu, yang menunjukkan bahwa hutan mangrove tersebut memiliki tingkat keanekaragaman burung sedang (H’=1,7) kondisi lingkungan mengalami tekanan (E=0,1) kondisi tertekan. Kekayaan jenis, tingkat diversitas, dan kemerataan komunitas burung dapat menjadi modal ekologis terhadap pengembangan aviturisme karena menunjukkan adanya variasi jenis burung yang dapat dijadikan objek daya tarik wisata. Keberadaan beberapa jenis burung dengan berbagai karakteristik dan perilaku dari burung didukung oleh komunitas yang relatif beragam dan tidak sepenuhnya di dominasi oleh satu jenis, dapat memperkaya pengalaman aviturisme sekaligus menunjang daya tarik wisata.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

hayati

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology

Description

Konservasi Hayati Journal is a Journal majoring in Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Bengkulu University. KonservasI Hayati Journal publish as much as 2 times in one year ie January-June and July-December edition. In 2020, KH began to publish 6 articles in one volume a year in ...