This Author published in this journals
All Journal Konservasi Hayati
Hanna Tresia Silalahi
Prodi S1 Manajemen Hutan, Fakultas Pertanian dan Kehutanan, Universitas Satya Terra Bhinneka, Indonesia, 2012

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keanekaragaman Jenis Burung dalam Menunjang Upaya Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Desa Nelayan Seberang Aulia Putra Daulay; Sahat Raja Marigo Girsang; Ratna Sari; Eka Syafrina Monica; Dayun Ifanda; Hanna Tresia Silalahi
Konservasi Hayati Vol 22 No 2 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v22i2.47565

Abstract

Hutan mangrove memiliki manfaat secara ekologi, sosial, dan ekonomi, dari sisi pemanfaatan ekonomi, hutan mangrove dapat digunakan sebagai objek ekowisata. Ekowisata hutan mangrove memiliki nilai manfaat yang tinggi bagi masyarakat sekitar untuk peningkatan ekonomi mereka. Pengamatan burung dalam ekowisata hutan mangrove dapat dinikmati oleh wisatawan lokal maupun internasional. Ekowisata pengamatan burung (aviturisme) merupakan bentuk wisata yang memiliki dampak negatif minimal, dari berbagai segi. Hutan mangrove Desa Nelayan Seberang Medan Belawan sangat mungkin untuk memiliki kekayaan jenis burung yang berpotensi untuk digunakan di dalam kegiatan aviturisme. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian terhadap potensi aviturisme di hutan mangrove Desa Nelayan Seberang. Penelitian ini menggunakan pengamatan langsung dengan metode point count, dan analisis data menggunakan Indeks Keanekaragaman jenis Shannon-Wienner (H’) dan Kemerataan (Evenness). Penelitian ini mencatat 16 jenis burung yang diidentifikasi dari total 122 individu, yang menunjukkan bahwa hutan mangrove tersebut memiliki tingkat keanekaragaman burung sedang (H’=1,7) kondisi lingkungan mengalami tekanan (E=0,1) kondisi tertekan. Kekayaan jenis, tingkat diversitas, dan kemerataan komunitas burung dapat menjadi modal ekologis terhadap pengembangan aviturisme karena menunjukkan adanya variasi jenis burung yang dapat dijadikan objek daya tarik wisata. Keberadaan beberapa jenis burung dengan berbagai karakteristik dan perilaku dari burung didukung oleh komunitas yang relatif beragam dan tidak sepenuhnya di dominasi oleh satu jenis, dapat memperkaya pengalaman aviturisme sekaligus menunjang daya tarik wisata.