Hiperglikemia dapat meningkatkan stres oksidatif yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel hati dan peningkatan kadar serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT). Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) mengandung flavonoid dan fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga berpotensi melindungi sel hati dari kerusakan akibat hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi dosis ekstrak daun katuk terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih jantan hiperglikemia. Tikus Wistar jantan diinduksi aloksan monohidrat dan dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal (K), kontrol hiperglikemia (KD), kontrol vitamin E (T1), serta ekstrak daun katuk dosis 200, 400, dan 600 mg/kgBB (T2, T3, T4). Kondisi hiperglikemia ditetapkan berdasarkan kadar glukosa darah ≥150 mg/dL setelah tiga hari pascainduksi. Ekstrak diberikan secara oral selama 30 hari dan kadar SGOT serta SGPT diukur secara enzimatik kolorimetri. Hasil menunjukkan kadar SGOT dan SGPT tertinggi pada kelompok hiperglikemia, yaitu 76,71 dan 37,00 U/L. Peningkatan dosis ekstrak menurunkan kadar SGOT dan SGPT, dengan kadar terendah pada dosis 600 mg/kgBB, yaitu 38,35 dan 19,42 U/L. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk berpotensi membantu menjaga fungsi hati pada kondisi hiperglikemia.
Copyrights © 2026