Wulan Christijanti
Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS VARIASI DOSIS EKSTRAK DAUN KATUK TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT PADA TIKUS HIPERGLIKEMIA Imertania Ratna Wulandari; Wulan Christijanti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperglikemia dapat meningkatkan stres oksidatif yang berpotensi menyebabkan kerusakan sel hati dan peningkatan kadar serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) dan serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT). Daun katuk (Sauropus androgynus (L.) Merr.) mengandung flavonoid dan fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga berpotensi melindungi sel hati dari kerusakan akibat hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi dosis ekstrak daun katuk terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih jantan hiperglikemia. Tikus Wistar jantan diinduksi aloksan monohidrat dan dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol normal (K), kontrol hiperglikemia (KD), kontrol vitamin E (T1), serta ekstrak daun katuk dosis 200, 400, dan 600 mg/kgBB (T2, T3, T4). Kondisi hiperglikemia ditetapkan berdasarkan kadar glukosa darah ≥150 mg/dL setelah tiga hari pascainduksi. Ekstrak diberikan secara oral selama 30 hari dan kadar SGOT serta SGPT diukur secara enzimatik kolorimetri. Hasil menunjukkan kadar SGOT dan SGPT tertinggi pada kelompok hiperglikemia, yaitu 76,71 dan 37,00 U/L. Peningkatan dosis ekstrak menurunkan kadar SGOT dan SGPT, dengan kadar terendah pada dosis 600 mg/kgBB, yaitu 38,35 dan 19,42 U/L. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk berpotensi membantu menjaga fungsi hati pada kondisi hiperglikemia.
PERUBAHAN KADAR GLUKOSA PADA TIKUS JANTAN HIPERGLIKEMI YANG DIBERI EKSTRAK DAUN KATUK (Sauropus androgynus) Muhammad Faizul Muna; Wulan Christijanti
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah di atas 120 mg/dL yang dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan kerusakan sel akibat stres oksidatif. Daun katuk (Sauropus androgynus) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antihiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar glukosa darah tikus putih jantan hiperglikemia setelah pemberian ekstrak daun katuk pada berbagai dosis. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan desain posttest-only control group design yang melibatkan 30 ekor tikus Wistar jantan dalam enam kelompok, yaitu kelompok normal, kontrol negatif yang diinduksi aloksan 125 mg/kgBB, kontrol positif yang diberi vitamin E 300 mg/kgBB, serta tiga kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun katuk dengan dosis 200, 400, dan 600 mg/kgBB. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Dunn dengan koreksi Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata kadar glukosa darah pada seluruh kelompok hingga akhir perlakuan. Kelompok dosis 400 mg/kgBB menunjukkan rerata kadar glukosa terendah, yaitu 92,60 ± 8,62 mg/dL, mendekati kelompok kontrol normal. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk berpotensi menurunkan kadar glukosa darah tikus hiperglikemia serta dapat menjadi dasar pengembangan penelitian bahan alam sebagai kandidat pendukung pengelolaan gangguan metabolik.