Hiperglikemia merupakan kondisi peningkatan kadar glukosa darah di atas 120 mg/dL yang dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan kerusakan sel akibat stres oksidatif. Daun katuk (Sauropus androgynus) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai agen antihiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar glukosa darah tikus putih jantan hiperglikemia setelah pemberian ekstrak daun katuk pada berbagai dosis. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan desain posttest-only control group design yang melibatkan 30 ekor tikus Wistar jantan dalam enam kelompok, yaitu kelompok normal, kontrol negatif yang diinduksi aloksan 125 mg/kgBB, kontrol positif yang diberi vitamin E 300 mg/kgBB, serta tiga kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun katuk dengan dosis 200, 400, dan 600 mg/kgBB. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis dan uji lanjut Dunn dengan koreksi Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata kadar glukosa darah pada seluruh kelompok hingga akhir perlakuan. Kelompok dosis 400 mg/kgBB menunjukkan rerata kadar glukosa terendah, yaitu 92,60 ± 8,62 mg/dL, mendekati kelompok kontrol normal. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak daun katuk berpotensi menurunkan kadar glukosa darah tikus hiperglikemia serta dapat menjadi dasar pengembangan penelitian bahan alam sebagai kandidat pendukung pengelolaan gangguan metabolik.
Copyrights © 2026