Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran sosial-emosional, mengevaluasi capaian perkembangan afektif siswa, serta mengidentifikasi konsistensi perilaku anak antara lingkungan sekolah dan rumah di TK Miftahul Khaer. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik triangulasi data melalui tiga instrumen utama, yaitu wawancara mendalam bersama Kepala Sekolah dan Guru Kelas B, observasi terstruktur terhadap proses mengajar guru dan 15 siswa Kelas B, serta angket yang disebarkan kepada 15 orang tua murid, dengan didukung oleh studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran sosial-emosional oleh guru berada pada kategori Sangat Baik, meskipun aspek penutup (recalling) dan pencatatan asesmen harian masih memerlukan penguatan. Perkembangan sosial-emosional siswa secara keseluruhan berada pada kategori Berkembang Sangat Baik (88,75%), di mana dimensi Rasa Tanggung Jawab meraih capaian tertinggi (96,50%), sedangkan dimensi Kesadaran Diri & Regulasi Emosi berada pada capaian terendah (82,00%). Triangulasi data melalui angket orang tua murid (90,61%) mengonfirmasi konvergensi data bahwa kemampuan regulasi emosi merupakan tugas perkembangan yang paling kritis baik di sekolah maupun di rumah. Penelitian ini merekomendasikan transformasi strategi pengajaran dari metode instruksional konvensional berbasis nasihat dan lembar kerja menuju pendekatan berbasis pengalaman langsung (learning by doing) melalui sosiodrama dan permainan kooperatif, serta penguatan kemitraan antara sekolah dan keluarga.
Copyrights © 2026