Penelitian ini mengkaji perkembangan sosial anak usia dini 5–6 tahun melalui permainan tradisional balap karung di Desa Bika Jabay, Kabupaten Kapuas Hulu. Permasalahan penelitian berfokus pada aspek perkembangan sosial yang muncul, cara permainan balap karung menstimulasi perkembangan sosial, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sembilan anak usia 5–6 tahun sebagai partisipan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional balap karung dapat menstimulasi tiga aspek utama perkembangan sosial anak, yaitu percaya diri, kemampuan mengelola emosi, dan sikap sabar menunggu giliran. Anak menunjukkan keberanian tampil di depan teman, tetap berusaha ketika terjatuh, menerima hasil permainan dengan lebih tenang, serta belajar mengikuti aturan dan menunggu giliran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sarana sederhana, dukungan orang tua, dan lingkungan bermain yang luas, aman, dan nyaman. Faktor penghambat utama adalah perbedaan kondisi fisik antar anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa balap karung dapat menjadi media stimulasi sosial yang kontekstual, menyenangkan, dan relevan untuk anak usia dini di lingkungan pedesaan.
Copyrights © 2026