Kolam renang milik Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, berhenti beroperasi sejak pandemi COVID-19. Air kolam keruh, berwarna kuning kecokelatan, dan berbau. Karena tidak memiliki sistem pengolahan, air kolam harus sering dikuras dan diganti sehingga boros air dan biaya listrik. Pengabdian ini bertujuan menerapkan sistem filtrasi–adsorpsi berbasis zeolit alam yang dapat dibangun dan dirawat secara mandiri oleh mitra, sekaligus mendampingi pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengoperasikan sistem tersebut. Kegiatan dilaksanakan dalam lima tahap: survei dan analisis situasi, perancangan sistem, konstruksi bersama mitra, pendampingan operasi dan pemeliharaan, serta uji coba dan evaluasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pengamatan kondisi fisik air, dan wawancara dengan pengelola. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dua unit filter tiga kompartemen (prafilter dakron, media zeolit alam, dan bak pompa) berhasil dibangun secara gotong royong untuk kolam besar dan kolam kecil. Pada uji coba, air hasil resirkulasi tampak lebih jernih dan tidak berbau. Pengurus BUMDes dan tukang yang terlibat langsung memperoleh keterampilan praktis membangun, mengoperasikan, dan merawat filter. Sistem ini merupakan teknologi tepat guna yang murah dan mudah direplikasi, tetapi pengoperasiannya perlu disertai desinfeksi klorin dan pengujian kualitas air secara berkala.
Copyrights © 2026