Studi ini mengkaji peran pemasaran konten di TikTok dalam membentuk niat beli konsumen terhadap produk perawatan kulit (skincare) dan kosmetik. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan melibatkan wawancara semi-terstruktur terhadap 10 informan yang memiliki pengalaman melihat konten promosi produk perawatan kulit atau kosmetik di TikTok. Data dianalisis secara tematis dengan mengelompokkan respons ke dalam kategori: paparan terhadap konten, minat pada produk, daya tarik konten, pemahaman produk, kepercayaan, hambatan pembelian, pertimbangan pembelian, serta karakteristik konten yang disukai. Temuan menunjukkan bahwa ulasan produk, rekomendasi, tutorial tata rias, pengalaman pengguna, siaran langsung belanja (live shopping), diskon, dan visual produk merupakan bentuk konten yang umum ditemui oleh para informan. Minat cenderung muncul ketika konten bersifat informatif, mudah dipahami, jujur, relevan, serta didukung oleh demonstrasi atau hasil penggunaan yang realistis. Meskipun demikian, minat tidak secara otomatis berujung pada pembelian. Para informan tetap melakukan perbandingan ulasan serta mempertimbangkan harga, kandungan produk, manfaat, kecocokan dengan kulit, keamanan produk, keaslian, penilaian (rating), dan status registrasi BPOM. Ditemukan pula kasus negatif, di mana konten yang terlalu bersifat promosi atau menggunakan bahasa yang kurang pantas (toksik) justru dapat menurunkan minat konsumen. Dengan demikian, pemasaran konten di TikTok utamanya berfungsi sebagai pemicu perhatian, sumber informasi, dan stimulus untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, sementara keputusan pembelian akhir tetap bergantung pada evaluasi pribadi masing-masing konsumen.
Copyrights © 2026