Gunung Djati Conference Series
Vol. 69 (2026): Seminar Nasional Kimia Tahun 2026

PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI PLASTICIZER GLISEROL, SORBITOL, DAN POLIETILENA GLIKOL (PEG) TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK BIOPLASTIK BERBASIS KITOSAN DAN PATI KOMERSIAL

FAUZIAH MUTHI MILLATINA (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
VINA AMALIA (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
ASSYIFA JUNITASARI (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)



Article Info

Publish Date
22 Oct 2026

Abstract

Bioplastik mudah terurai di lingkungan karena terbuat dari bahan alami. Namun, bioplastik berbahan pati dan kitosan saja memiliki nilai elongasi yang rendah. Sehingga, plasticizer diperlukan untuk menyeimbangkan sifat fisik dan mekanik. Penelitian ini menggunakan kitosan kulit udang dan pati singkong komersial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis dan variasi konsentrasi plasticizer terhadap sifat fisik dan mekanik bioplastik berbasis kitosan dan pati komersial. Variasi jenis dan konsentrasi plasticizer yang digunakan yaitu gliserol, sorbitol, dan Polietilena Glikol (PEG) dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40%, dengan massa kitosan dan pati sebesar 2:1. Bioplastik yang dihasilkan kemudian dilakukan karakterisasi sifat fisik dan mekanik, SEM (Scanning Electron Microscope), FTIR (Fourier Transform Infra Red), dan uji biodegradabilitas. Hasil dari penelitian ini menunjukan penambahan plasticizer memengaruhi karakteristik bioplastik. Semakin tinggi penambahan konsentrasi plasticizer, maka nilai elongasi, kadar air, daya serap air, dan ketebalan semakin meningkat. Namun nilai kuat tarik, elastisitas, dan ketahanan air yang dihasilkan semakin menurun. Pengujian SEM menunjukkan permukaan yang kasar dan tidak homogen. Sementara dalam pengujian FTIR menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang pada setiap gugus fungsi. Ketahanan bioplastik sangat rendah, sehingga sulit untuk memisahkan partikel tanah dengan bioplastik saat pengujian biodegradabilitas. Hasil karakterisasi terbaik pada nilai elongasi sebesar , modulus Young sebesar MPa, ketebalan sebesar , yaitu penambahan gliserol 40%. Kuat tarik tertinggi pada penambahan PEG 20% yaitu, MPa. Kadar air terendah pada penambahan PEG 40% yaitu, . Untuk menghasilkan morfologi permukaan bioplastik yang lebih homogen, perlu dua biopolimer dan satu resin. Selain itu, bioplastik perlu tambahan crosslinker, seperti asam sitrat agar menghasilkan karakteristik fisik dan mekanik bioplastik yang lebih baik.

Copyrights © 2026