Transformasi digital di lingkungan kerja meningkatkan efisiensi komunikasi, tetapi juga berpotensi memicu digital fatigue dan mengganggu kesejahteraan psikologis karyawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan mendorong penerapan kebiasaan digital detox at work sebagai upaya preventif terhadap kelelahan digital. Kegiatan melibatkan 35 karyawan melalui enam tahapan, yaitu identifikasi, edukasi, pendampingan, praktik, monitoring, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan Zoom Exhaustion and Fatigue Scale, kuesioner pemahaman, serta lembar pemantauan mandiri, dengan membandingkan kondisi sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) program. Hasil identifikasi menunjukkan adanya keluhan kelelahan umum, kesulitan berkonsentrasi setelah rapat virtual, dan kesulitan membatasi komunikasi kerja di luar jam kerja. Selama pendampingan, sebagian besar peserta mampu menerapkan satu hingga dua kebiasaan digital detox, terutama jeda layar berkala dan pembatasan komunikasi kerja di luar jam kerja. Evaluasi akhir menunjukkan peningkatan pemahaman dan persepsi positif peserta terhadap manfaat program, serta penurunan skor rata-rata pada seluruh dimensi kelelahan digital (skala 1–5), yaitu kelelahan umum dari 3,8 menjadi 2,5; kelelahan sosial dari 3,6 menjadi 2,3; kelelahan emosional dari 3,5 menjadi 2,4; kelelahan visual dari 3,4 menjadi 2,6; serta kelelahan motivasional dari 3,7 menjadi 2,4. Temuan ini menunjukkan efektivitas program dalam menurunkan tingkat kelelahan digital secara kuantitatif. Program ini berpotensi mendukung pengelolaan penggunaan perangkat digital secara sehat dan perlu dievaluasi lebih lanjut menggunakan indikator terukur.
Copyrights © 2026