Dominasi gawai di era digital memicu penurunan aktivitas fisik dan kerentanan mental pada anak, sehingga menuntut penerapan solusi pedagogis yang tepat, salah satunya melalui permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran permainan tradisional loncat tali dalam menstimulasi keterampilan motorik kasar dan membentuk karakter resiliensi siswa Fase B. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Tebaban dengan melibatkan siswa Fase B, guru, kepala sekolah, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi, untuk kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan loncat tali yang dimainkan saat waktu istirahat secara fisik terbukti efektif menguatkan kemampuan melompat, keseimbangan, koordinasi visual-spasial, dan kelincahan anak. Secara psikologis, aktivitas ini memfasilitasi pembentukan resiliensi dengan melatih siswa mengelola emosi saat kalah, menumbuhkan kegigihan untuk mencoba kembali, dan mematuhi aturan kelompok. Dapat disimpulkan bahwa loncat tali berfungsi sebagai media pedagogis yang esensial dan relevan untuk merawat kebugaran fisik serta ketangguhan mental siswa di tengah kuatnya arus digitalisasi.
Copyrights © 2026