Pesatnya perkembangan e-commerce mendorong meningkatnya pembelian tidak terencana, terutama pada Generasi Z yang akrab dengan media sosial dan promosi digital. Fear of missing out (FOMO) atau rasa takut tertinggal sering disebut sebagai salah satu pemicunya, tetapi hasil penelitian tentang besar dan mekanisme pengaruhnya belum dirangkum secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana FOMO mendorong perilaku pembelian impulsif pada konsumen muda berdasarkan studi empiris di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi, dan empat artikel jurnal terbitan 2025 sampai 2026 dianalisis secara naratif-tematik. Hasil telaah menunjukkan bahwa keempat artikel melaporkan pengaruh positif dan signifikan FOMO terhadap pembelian impulsif atau perilaku belanja berlebihan yang bersifat impulsif, artinya semakin tinggi FOMO, semakin tinggi pula kecenderungan membeli tanpa rencana. Kekuatan pengaruhnya berbeda antarpenelitian, dari tergolong kecil hingga cukup besar. Pada penelitian yang menguji beberapa faktor sekaligus, FOMO bukan satu-satunya faktor dominan karena gaya hidup dan impulsivitas memberikan pengaruh yang lebih besar. FOMO juga berperan sebagai perantara yang menghubungkan promosi flash sale dengan belanja berlebihan, sedangkan literasi keuangan tidak terbukti berpengaruh. Simpulannya, FOMO merupakan faktor psikologis yang konsisten mendorong pembelian impulsif konsumen muda, dan pengaruhnya diperkuat oleh promosi digital seperti diskon berbatas waktu. Temuan ini berimplikasi pada perlunya strategi pemasaran yang etis serta penguatan kontrol diri dan literasi finansial konsumen muda.
Copyrights © 2026