Status gizi dan kesehatan gigi merupakan dua indikator kesehatan anak usia sekolah yang secara teoritis saling berkaitan. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu upaya deteksi dini status kesehatan anak sekolah dasar, termasuk status gizi dan kondisi gigi. Kegiatan ini bertujuan menggambarkan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) serta kondisi karies gigi siswa SDN Paseh 2 berdasarkan hasil CKG, sekaligus mengkaji keterkaitan di antara keduanya. Mahasiswa KKN Kelompok Paseh Kaler 1 Universitas Muhammadiyah Bandung berperan membantu pengukuran antropometri, pendataan, dan pencatatan hasil pemeriksaan, bekerja sama dengan Puskesmas Paseh sebagai mitra pelaksana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan studi dokumentasi data sekunder terhadap 64 siswa kelas 1-6 yang memiliki data status gizi maupun data pemeriksaan gigi lengkap. Hasil menunjukkan mayoritas siswa (71,9%) berstatus gizi normal, namun ditemukan pula 21,9% siswa dengan gizi lebih/obesitas (masing-masing 10,9%) dan 6,3% gizi kurang, yang mengindikasikan adanya beban gizi ganda. Pada aspek kesehatan gigi, 89,1% siswa tercatat mengalami karies gigi, dengan lebih dari separuh (56,3%) mengalami karies pada lebih dari tiga gigi. Karies yang tidak tertangani berpotensi memengaruhi asupan makanan anak, meskipun hubungan sebab-akibat langsung antara karies dan status gizi kurang belum dapat dibuktikan melalui data CKG yang tersedia. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi bagi sekolah untuk mengoptimalkan program UKS dan UKGS secara terpadu, serta bagi Puskesmas untuk meningkatkan pemantauan dan cakupan pemeriksaan gigi pada pelaksanaan CKG berikutnya.
Copyrights © 2026