Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi: Inovasi Produk Pemanfaatan Limbah Kopi Menjadi Briket Arang di Kecamatan Kertasari Desa Sukapura: Pengabdian Wulan Ramadhani; Oqa Vraja Vatoe Rachman; Mutiara Imansari; Fathimah Aulia Rahma; Hilmi Nabil Muzakky; Gina Aulia Amalia; Idzni Fatasya Zulqisthi; Filah Pebrianti; Hikmal Abror; Muhamad Deva Fathurahman; Miftahudin Faqih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.2591

Abstract

The Community Service Program (KKN) of Muhammadiyah University of Bandung in Sukapura Village, Kertasari District, Bandung Regency, is implemented as a form of community service to address key issues such as low public awareness of coffee waste processing. The goal of this empowerment program is to provide knowledge and encourage residents of each neighborhood unit (RT/RW) in Sukamaju Hamlet to utilize coffee waste to produce charcoal briquettes, which have both economic and environmental value. The empowerment activities consist of observations and interviews with coffee factory owners, followed by a briquette-making simulation, and community outreach seminars. The briquettes produced use a natural binder, tapioca starch. This empowerment program not only contributes to coffee waste reduction but also opens up new business opportunities for the community. Thus, the role of KKN students in empowering the community has proven effective in increasing knowledge and raising awareness regarding the benefits of coffee waste.
SINERGI MAHASISWA KKN DAN PUSKESMAS DALAM PELAKSANAAN CEK KESEHATAN GRATIS SISWA SDN PASEH 2, SUMEDANG Lingga Lugina Herlambang; Muhamad Ikhsan Setiadi; Mutiara Imansari; Khairifaldi Praditya; Satria Fajar Nuralim; Nisa Febrianti; Dimas Satria Iskandar; Najla Putri; Ricaingke Yanti; Aqil Abdurahman; Muhammad Wildan Kamal Arifin
Journal of Community Service Vol 8 No 2 (2026): JCS, December 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i2.464

Abstract

Status gizi dan kesehatan gigi merupakan dua indikator kesehatan anak usia sekolah yang secara teoritis saling berkaitan. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu upaya deteksi dini status kesehatan anak sekolah dasar, termasuk status gizi dan kondisi gigi. Kegiatan ini bertujuan menggambarkan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) serta kondisi karies gigi siswa SDN Paseh 2 berdasarkan hasil CKG, sekaligus mengkaji keterkaitan di antara keduanya. Mahasiswa KKN Kelompok Paseh Kaler 1 Universitas Muhammadiyah Bandung berperan membantu pengukuran antropometri, pendataan, dan pencatatan hasil pemeriksaan, bekerja sama dengan Puskesmas Paseh sebagai mitra pelaksana. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan studi dokumentasi data sekunder terhadap 64 siswa kelas 1-6 yang memiliki data status gizi maupun data pemeriksaan gigi lengkap. Hasil menunjukkan mayoritas siswa (71,9%) berstatus gizi normal, namun ditemukan pula 21,9% siswa dengan gizi lebih/obesitas (masing-masing 10,9%) dan 6,3% gizi kurang, yang mengindikasikan adanya beban gizi ganda. Pada aspek kesehatan gigi, 89,1% siswa tercatat mengalami karies gigi, dengan lebih dari separuh (56,3%) mengalami karies pada lebih dari tiga gigi. Karies yang tidak tertangani berpotensi memengaruhi asupan makanan anak, meskipun hubungan sebab-akibat langsung antara karies dan status gizi kurang belum dapat dibuktikan melalui data CKG yang tersedia. Temuan ini menjadi dasar rekomendasi bagi sekolah untuk mengoptimalkan program UKS dan UKGS secara terpadu, serta bagi Puskesmas untuk meningkatkan pemantauan dan cakupan pemeriksaan gigi pada pelaksanaan CKG berikutnya.