Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan makna transformasi ekonomi serta rekonstruksi kesejahteraan masyarakat Desa Madaprama pada masa pasca-program pembangunan dan BUMDes. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan observasi partisipatif terhadap 10 informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi pemerintah desa, pengurus BUMDes, pelaku UMKM, petani, ibu rumah tangga, dan tokoh masyarakat. Data dianalisis menggunakan prosedur Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penarikan intervensi program memicu guncangan psikologis awal (fase kaget) yang mendorong masyarakat mengadaptasi strategi bertahan hidup mandiri melalui efisiensi konsumsi, diversifikasi usaha, dan kedisiplinan finansial. Keberlanjutan unit Retail dan Simpan Pinjam BUMDes bertumpu pada pergeseran tata kelola berbasis relasi kekeluargaan (relational governance) dan resiproksitas sosial. Transisi ini meredefinisi makna kesejahteraan dari indikator materi-kuantitatif yang kaku menjadi paradigma berpusat pada manusia, yakni jaminan kecukupan pangan harian, harmoni modal sosial, serta resiliensi mandiri. Penelitian ini memberikan perspektif baru bagi evaluasi kebijakan pembangunan desa yang lebih humanis.
Copyrights © 2026