Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan komunikasi antar generasi dan nilai bersama Tri Hita Karana terhadap konflik multi generasi. Studi yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi adalah karyawan Bali Beach Glamping, sebuah resor di Bali yang memperkerjakan karyawan lintas generasi yaitu yang terdiri dari generasi Generasi X, Generasi Milenial, dan Generasi Z. Sampel penelitian ini diambil secara non-acak menggunakan teknik purposive dengan ketentuan karyawan yang sudah bekerja selama 1 tahun dan mengetahui arti Tri Hita Karana. Sebanyak 85 responden dari semua departemen mengisi kuesioner yang terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi terhadap pelatihan, pola komunikasi, preferensi kerja, dan pengalaman konflik generasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, termasuk uji reliabilitas instrumen dan regresi linier berganda. Hasil penelitian dengan menggunakan regresi berganda di konfirmasi hasilnya bahwa komunikasi dan nilai secara simultan berpengaruh signifikan terhadap konflik di lingkungan kerja multigenerasi (R² = 0,361; p < 0,001). Komunikasi yang kurang efektif meningkatkan tingkat konflik, sedangkan kesamaan nilai, khususnya nilai budaya lokal Tri Hita Karana, menurunkan potensi konflik. Implikasi penelitian ini adalah agar perusahaan di Bali dapat menerapkan konsep Tri Hita Karana yang berguna untuk meredam konflik. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan komunikasi lintas generasi serta penanaman nilai-nilai bersama melalui program pelatihan untuk menciptakan harmoni dan kolaborasi yang strategis di lingkungan kerja multigenerasi.
Copyrights © 2026