Kreasi: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyaraka
Vol. 6 No. 3 (2026): Oktober

Pengolahan Udang Rebon Desa Wongko Lakudo Menjadi Abon Udang Untuk Menghasilkan Produk Yang Bernilai Jual

Rima Ruktiari (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Muhamad Tamir (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Darsia Darsia (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Aysya Maya (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Akila Akila (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
La Rahmat (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Syamsul Syamsul (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Gustina Hutri (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Rusni Rusni (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Rismayanti Rismayanti (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Rahmasia Rahmasia (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Selfiani Selfiani (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)
Zaskiya Zaskiya (Universitas Sembilanbelas November Kolaka)



Article Info

Publish Date
30 Oct 2026

Abstract

Desa Wongko Lakudo memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah, salah satunya adalah udang rebon. Namun, pemanfaatannya masih terbatas sebagai bahan pangan primer dengan nilai jual rendah. Kegiatan ini bertujuan mengolah udang rebon menjadi produk abon udang/ebi (WOLABON) sebagai upaya diversifikasi produk, peningkatan nilai tambah, perpanjangan daya simpan, dan pengembangan produk UMKM berciri khas lokal. Metode pengolahan dilakukan melalui persiapan udang kecil yang telah dijemur hingga kering, penghalusan udang dan kelapa tua, penghalusan bumbu dengan sedikit air, pencampuran seluruh bahan, serta penyangraian hingga diperoleh tekstur abon yang lebih kering dan siap dikemas. Komposisi produk terdiri atas udang rebon, kelapa parut, bawang merah, bawang putih, lengkuas, sere, lada, kunyit, garam, penguat rasa, dan minyak goreng. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan udang rebon menjadi abon menghasilkan produk yang lebih praktis, memiliki cita rasa khas, dan berpotensi menjadi produk unggulan UMKM Desa Wongko Lakudo, karena bertahan hingga 3 bulan di suhu ruang dan 6 bulan di dalam kulkas. Perbedaan utama dengan abon ikan terletak pada bahan baku dan tahapan pengolahan karena abon udang/ebi menggunakan udang kecil yang telah dikeringkan sejak awal sehingga tidak memerlukan proses pengukusan, pemisahan tulang dan daging, serta penyuwiran seperti pada abon ikan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

kreasi

Publisher

Subject

Environmental Science Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

KREASI: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian, dengan nomor terdaftar P-ISSN dan E-ISSN. KREASI adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh BALE LITERASI yang merupakan lembaga riset, ...