Hipertensi sebagai Penyakit Tidak Menular yang terus meningkat memicu beban finansial, kekhawatiran, dan stres keluarga yang berisiko komplikasi kardiovaskular, sementara masyarakat Desa Sorue Jaya belum mendapat edukasi manajemen stres yang memadai. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 30 warga usia 20–60 tahun di Kelurahan Toronipa dan Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe dalam mengenali hipertensi, stres, serta menerapkan teknik relaksasi, ekspresi perasaan, dan pendekatan spiritual (dzikir dan doa) secara mandiri. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Agustus 2026 melalui pemaparan materi, pembagian leaflet dan modul, sesi tanya jawab, serta pemeriksaan tekanan darah dan berat badan. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan pilihan ganda, diikuti monitoring satu minggu setelah kegiatan. Responden mayoritas perempuan (63,33%) dan menderita hipertensi (66,7%). Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta, di mana kategori pengetahuan baik meningkat dari 6,7% (2 orang) menjadi 13,3% (4 orang) dan kategori cukup meningkat dari 50% (15 orang) menjadi 83,3% (25 orang), sedangkan pengetahuan kurang menurun dari 43,3% (13 orang) menjadi 3,3% (1 orang). Kesimpulannya, penyuluhan ini efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam manajemen stres pada penderita hipertensi sebagai upaya pencegahan penyakit jantung.
Copyrights © 2026