Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

MODELING TECHNIQUES IN MOMS AND CHILDREN ON THE SUCCESS OF TOILET TRAINING AMONG TODDLER AGE CHILDREN: Toilet Training Said, Asbath; Nurdin
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 2 No. 2 (2020): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : Universitas Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol2.Iss2/34

Abstract

Background: The ability of children in activities related to toilets that take care of an inheritance, but something that must always be remembered and taught. To teach skills for this training, it takes the right technique or method so that it is easy to connect with children. One such technique is modeling techniques. The research objective was to determine the effect of modeling techniques on mothers and children on the success of toilet training in Toodler-aged children at PAUD AFI, Konawe Regency. Methods: Using quantitative methods through this type of pre-experimental research with a one-group approach pretest-posttest design with simple random sampling means that the sample is 30 children aged. Result: The results of the Paired T-Test explain the effect of modeling techniques on mothers and children on toilet training for toddlers in PAUD AFI, Konawe Regency (p = 0.000). . Conclusion: The use of modeling techniques in mothers and children must prepare and build from an early age for children where parents can teach children of age-related to the good toilet so that they can toilet training for children toddler.
Edukasi Kesehatan Tentang Pencegahan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Varian Omicron Pada Masyarakat Keluruhan Talia Nurdin Nurdin; La Djabo Buton; Toto Surianto S.; La Ode Ali Hanafi
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.039 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.138

Abstract

Saat ini World Health Organization (WHO) telah mengklasifikasikan varian Omicron sebagai VOC. Klasifikasi ini berdasarkan ditemukannya sejumlah besar mutasi pada varian ini dan beberapa diantaranya mengkhawatirkan. Penelitian awal menunjukkan adanya peningkatan risiko infeksi ulang pada varian ini dibandingkan varian VOC lainnya. Selain itu, varian ini juga menunjukkan pertumbuhan yang cepat. Berdasarkan hal tersebut varian ini akan memberikan dampak yang merugikan secara epidemiologi. Berdasarkan uraian tesebut tertarik untuk melakuan penyuluhan tentang COVID-19 dengan peserta masyarakat pada Kelurahan Talia Kecamatan Abeli, yang mana diharapkan dapat menambah wawasan serta pengetahuan bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dan perlindungan diri serta menjalankan protokol kesehatan selama masa pandemik COVID-19. Penyuluhan dapat digunakan sebagai salah satu media untuk membagikan informasi terkait COVID-19 kepada publik terutama masyarakat untuk menambah pengetahuan yang dapat mempengaruhi seseorang dalam berperilaku sehari-hari. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan dengan jumlah peserta 25 warga memperoleh hasil yang sangat memuaskan dengan antusiasnya warga untuk mengikuti kegiatan tersebut smapai selesai dan adanya dialog yang menunjukan adanya penambahan pengetahuan sesuai dengan tema yang telah disampaikan.
Pengetahuan, Keterampilan dan Suasana Pelayanan Kesehatan Dengan Kesiapsiagaan Perawat Dalam Menghadapi Bencana Wilayah Pesisir di Kota Kendari; Cross Sectional Study Nurdin Nurdin
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.539

Abstract

Secara topografi dan kondisi geografis menjelaskan bahwa wilayah pesisir di Indonesia berpotensi besar mengalami bencana alam baik salah satu atau kombinasi bencana alam dari gempa bumi tektonik, tsunami, angin topan/badai, banjir, gunung berapi dan tanah longsor. Beberapa wilayah pantai maupun teluk di Indonesia masuk dalam kategori rawan bencana, yakni mulai dari Pantai Barat Sumatera, Pantai Selatan Pulau Jawa, Pantai Utara dan Selatan pulau-pulau Nusa Tenggara, pulau-pulau di Maluku, pantai utara Irian Jaya dan hampir seluruh pantai di Sulawesi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor pengetahuan, keterampilan, dan suasana pelayanan kesehatan berhubungan dengan kesiapsiagaan perawat Puskesmas dalam menghadapi bencana wilayah pesisir kota kendari. Desain penelitian menggunakan survey analitik dengan teknik cross sectional. Jumlah responden didapatkan 32 perawat Puskesmas secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas wilayah kerja Kota kendari berjumlah 4 Puskesmas. Uji spearman ranks menunjukkan terdapat hubungan antara faktor pengetahuan (p= 0.027), keterampilan (p= 0.000), namun tidak dengan suasana pelayanan kesehatan (p= 0.954) dengan kesiapsiagaan perawat Puskesmas dalam menghadapi bencana. Pengetahuan dan keterampilan salah satu subtansi yang sangat penting bagi peran untuk dapat berpartisipasi aktif dalam fase kesiapsiagaan pada kondisi bencana.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kesiapsiagaan Perawat Puskesmas dalam Menghadapi Bencana Kabut Asap Nurdin, Nurdin; Amandaty, Srikandi Puspa
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 15 No 2 (2023): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v15i2.699

Abstract

Telah terjadi kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 dan menyebabkan bencana kabut asap sehingga 43 juta orang terkena kabut asap, 503.874 orang terkena penyakit ISPA, jatuhnya korban jiwa 26 orang, serta kerugian ekonomi sebanyak 200 triliun rupiah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor pengetahuan, keterampilan, kesiapan manajemen bencana, regulasi diri, dan suasana pelayanan kesehatan berhubungan dengan kesiapsiagaan perawat Puskesmas dalam menghadapi bencana kabut asap di Kota Pontianak. Desain penelitian menggunakan survey analitik dengan teknik cross sectional. Jumlah responden didapatkan 90 perawat Puskesmas melalui simple random sampling. Penelitian ini dilakukan di seluruh Puskesmas wilayah kerja Kota Pontianak berjumlah 23 Puskesmas. Uji spearman ranks menunjukkan terdapat hubungan antara faktor kesiapan manajemen bencana (p= 0.013), keterampilan (p= 0.000), namun tidak dengan suasana pelayanan kesehatan (p= 0.558) dengan kesiapsiagaan perawat Puskesmas dalam menghadapi bencana kabut asap. Uji regresi logistik didapatkan nilai hitung Exp(B) sebesar 6.559 yang menjelaskan bahwa keterampilan adalah faktor yang paling berhubungan dengan kesiapsiagaan perawat Puskesmas dalam menghadapi bencana kabut asap. Kesiapan manajemen bencana yang baik akan menghasilkan keterampilan yang baik pula, sehingga perawat bisa mengikuti seminar, pelatihan maupun simulasi tentang bencana. Perawat juga harus berperan aktif dalam proses penanggulangan bencana (fase kesiapsiagaan dan fase respons).
Hubungan Keterampilan dengan Kesiapsiagan Perawat dalam Menghadapai Bencana Kabut Asap Nurdin; Nurdiana; hayati , Yati sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v1i1.634

Abstract

Hampir seluruh bagian negara di dunia pernah mengalami kebakaran hutan seperti Amerika Serikat, Australia, Yunani, Swaziland, termasuk Indonesia. Salah satu efek dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia dalah bencana kabut asap. Data BNPB pada tahun 2015 terkait dampak bencana kabut asap, terdapat 503.884 penderita ISPA yang tersebar diberbagai provinsi seperti Sumatra selatan, Riau, Jambi, Kalimantan selatan, tengah dan barat, serta menimbulkan korban jiwa sebanyak 26 orang. Selain itu, dampak kabut asap menimbulkan kerugian ekonomi sangat besar mencapai 200 triliun rupiah dan 43 juta penduduk terpapar kabut asap. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan keterampilan dengan kesiapsiagaan perawat puskesmas dalam menghadapi bencana kabut asap di Kota Pontianak. Metode yang digunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah responden 90 perawat puskesmas secara simple random sampling. Pengukuran kesiapsiagaan perawat menggunakan kuesioner Emergency Preraredness Information Questionnaire. Hasil uji spearman ranks menjelaskan terdapat hubungan antara keterampilan dengan kesiapsiagaan perawat puskesmas dalam menghadapi bencana kabut asap di kota Pontianaknilai (p = 0.000) dimana nilai p < α, adapun dengan nilai r = 0.412, menjelaskan hasil interpretasi korelasi arah positif dengan makna kekuatan hubungan sedang. Keterampilan adalah faktor yang merupakan salah satu faktor yang penting dalam menghadapi bencana kabut asap di Kota Pontianak.
The Relationship Of Family Support and Maternal Anxiety With Basic Immunization Compliance During The COVID-19 Pandemic: Basic Immunization Compliance Nurdin Nurdin; Islaeli Islaeli; Ari Nofitasari; Wa Ode Rahmadania
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 5 No. 2 (2023): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol5.Iss2/188

Abstract

Background: To protect children from diseases that can be prevented by immunization during the COVID-19 pandemic, which is still serious, immunizations must still be completed on schedule. This study's goal was to determine how basic immunization compliance at the Angalomelai and Petoaha Villages in Kendari City related to maternal anxiety during the pandemic and family support. Methods: Descriptive-analytical research methods using a cross-sectional study design are used. Mothers with 72 children under five make up the population. The samples were determined based on the table by Krejci and Mogan and obtained as many as 63 respondents using the random sampling technique. Results: a p-value of 0.042 < 0.05 and a correlation coefficient value of 0.787, respectively, suggest a high positive correlation in both directions. A positive correlation direction with a very good correlation strength, with a p-value of 0.005 and a correlation coefficient of 0.994. Conclusion: there is a strong correlation between family support, maternal anxiety, and immunization compliance.
Hubungan Fear Of Failure Terhadap Kecemasan Pada Siswa Di SMAN 4 Kendari Untuk Diterima Di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Impian Jabbal Apriawal; La Ode Ahmad Ruvail; Ahsan Qasas; Nurdin Nurdin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2083

Abstract

Fear of failure merupakan respon alami tubuh yang timbul pada saat individu menghadapi sebuah tantangan yang dapat menyebabkan individu tersebut memiliki kemungkinan untuk gagal dalam mencapai tujuannya. Fear of failure yang dialami oleh siswa di SMA Negeri 4 Kendari dapat menimbulkan kecemasan pada siswa terutama pada saat siswa memiliki suatu tujuan yang ingin dicapai seperti tujuan untuk diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) impian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fear of failure dan kecemasan pada siswa di SMAN 4 Kendari untuk diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) impian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Jumlah sampel sebesar 95 responden dari 1.780 populasi serta menggunakan uji hipotesis dengan metode pearson’s product moment. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara fear of failure terhadap kecemasan yang artinya semakin tinggi fear of failure sisiwa maka semakin tinggi pula kecemasan dan sebaliknya semakin rendah fear of failure siswa maka rendah pula kecemasan.
Studi Analitik Faktor Perilaku (Pengetahuan Dan Kebiasaan Makan) Terhadap Kejadian Tonsilitis Pada Santri Di Pondok Pesantren Tahfidz Wa Ode Rahmadania; Firmansyah; Zahalim; Prawara Aros Purnama; Dwi Wulandari Ningtias; Nurdin Nurdin
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1371

Abstract

Berdasarkan hasil survey data awal UKS Ponpes Baitul Quran Kendari menunjukkan bahwa sebanyak 75 orang santri yang pernah mengalami tonsillitis. Hasil wawancara yang telah dilakukan kepada 15 santri terdapat 11 santri yang kurang mengetahui penyebab tonsillitis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan jenis makanan dengan kejadian tonsillitis di pondok Pesantren Tahfidz Baitul Quran Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional study, populasi penelitian 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 50 responden. Metode analisis menggunakan uji chi- square. Variabel independen dalam penelitian ini pengetahuan dan jenis makanan sedangkan variabel dependen adalah tonsillitis. Berdasarkan Uji Chi-Square untuk pengetahuan diperoleh p value<α (0,000<0,1) dan jenis makanan dengan p value<α (0,000 <0,1). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dan jenis makanan dengan kejadian tonsilitis di pondok Pesantren Tahfidz Baitul Quran Kendari.
Peran Nurse Educator terhadap Paradigma Masyarakat dalam Meningkatkan Pengetahuan Penderita Hipertensidi Daerah Pesisir Desa Soropia Nazaruddin Nazar; Ari Nofitasari; Cece Indriani; Nurdin; Dedi Krismiadi; Hasnia Dina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/tq9hx608

Abstract

Paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi di wilayah pesisir Desa Soropia sering kali berkaitan dengan rendahnya akses informasi kesehatan yang relevan dan keterbatasan sumber daya lokal. Banyak masyarakat yang masih memegang paradigma tradisional terkait penyebab dan pengobatan hipertensi, sehingga menghambat penerapan pola hidup sehat yang seharusnya. Dengan peran strategis nurse educator, pendekatan berbasis komunitas yang interaktif dapat dilakukan untuk memberikan edukasi. Tujuan Pengabdian Masyarakat adalah untuk meningkatkan paradigma masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi melalui ceramah dan diskusi, dengan sasaran utama masyarakat pesisir. Mitra kegiatan adalah Desa Soropia, dan media edukasi berupa leaflet digunakan untuk mempermudah penyampaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat yang mendapatkan pendidikan kesehatan melalui metode ini patuh dan antusias dalam menyimak materi. Pendidikan kesehatan terbukti mampu mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam pencegahan dini hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pesisir Desa Soropia mampu mengadopsi perilaku yang diajarkan dan mempraktekkannya dengan hasil yang nyata. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, sehingga dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat dalam upaya mengubah paradigma masyarakat dalam meningkatkan  pengetahuan penderita hipertensi. Rencana tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pembangunan program pengelolaan hipertensi berbasis komunitas dan Kerja sama dengan lembaga kesehatan seperti Puskesmas setempat untuk pengembangan program.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang First Aid Pada Kasus Tenggelam di Kelurahan Nambo Nurdin Nurdin; Asbath Asbath; Islaeli Islaeli; Wa Ode Aisa Zoahira; Zahalim Zahalim
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Anoa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmba.v4i2.1353

Abstract

Salah satu kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat yakin kasus tenggelam. Data menunjukkan bahwa insiden tenggelam lebih sering terjadi pada masyarakat yang tinggal di sekitar perairan seperti sungai atau pantai, baik yang memanfaatkan wilayah tersebut sebagai sumber mata pencaharian maupun sebagai lokasi rekreasi. Secara global, setiap tahun diperkirakan terdapat sekitar 300.000 kematian akibat tenggelam. Peristiwa tenggelam menempati urutan penyebab kematian keempat pada anak usia 1–4 tahun dan peringkat ketiga pada anak usia 5–14 tahun. Menurut data Badan SAR Nasional Sulawesi Tenggara, pada tahun 2015 tercatat 12 kematian akibat tenggelam di berbagai lokasi. Angka ini meningkat menjadi 17 kasus pada tahun 2016. Sementara itu, hingga Februari tahun 2017 tercatat dua kasus meninggal akibat tenggelam. Data tersebut menunjukkan bahwa kejadian tenggelam masih menjadi permasalahan keselamatan masyarakat di wilayah tersebut. Upaya pencegahan dan penanganan dini dapat dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat pesisir mengenai teknik resusitasi jantung paru sebagai tindakan pertolongan awal pada korban tenggelam. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pemberian pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai penanganan kasus tenggelam serta demonstrasi praktik RJP. Kegiatan diakhiri dengan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan warga di Kelurahan Nambo. Adapun hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar kurang dengan jumlah 15 orang (50%), pengetahuan cukup 10 orang (33%) dan pengetahuan baik 5 orang (17%). Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan cukup 21 orang (70%), pengetahuan baik sebanyak 7 orang (23%) dan pengetahuan kurang menurun menjadi 2 orang (7%).