Kebudayaan Melayu Islam terbentuk hasil dari proses akulturasi antara nilai-nilai Islam yang bersifat transenden dan nilai-nilai budaya Melayu yang bersifat lokalistik yang melahirkan satu bentuk kebudayaan dimana Islam menjadi inti budayanya. Ajaran Islam yang mengkonstruksi kebudayaan Melayu tersebut beraliran sufistik. Karena itu ajaran-ajaran sufistik didapati sangat berpengaruh besar dalam membangun sikap dan pandangan hidup orang-orang Melayu. Sikap dan pandangan hidup itu menjadi prinsip yang dipegang teguh secara turun-temurun dalam membangun hubungan sosial kemasyarakatan. Prinsip-prinsip tersebut bisa ditemukan dalam produk-produk kesusastraan melayu klasik, seperti syair, pantun, syair, gurindam dan tunjuk ajar melayu yang materinya kental akan nuansa-nuansa sufistik. Gagasan-gagasan sufistik dituangkan dalam bahasa-bahasa puitis dan artistik dan disajikan dalam redaksi-redaksi kalimat yang indah dan menarik. Ini merupakan suatu kreatifitas yang amat tinggi dimana orang-orang melayu mampu mentransfer ajaran-ajaran tasawuf dalam medium kesenian mereka.
Copyrights © 2013