Sebagai salah satu operator Bus TransJakarta yang beroperasi pada koridor I & VIII, PerumDamri SBU Busway membutuhkan sistem pengukuran guna meningkatkan kinerja perusahaannya. Prosespengukuran kinerja di dasarkan atas model Service Scorecard, yang terdiri dari tujuh perspektif yaituGrowth, Leadership, Acceleration, Collaboration, Innovation, Execution,dan Retention. Langkah pertama,penentuan target setiap KPI berdasarkan hasil branstorming dengan pihak perusahaan dan hasilpengamatan di lapangan. Kedua, penentuan Rating Scale. Hasil pengukuran kinerja SBU Buswaydiperoleh nilai 3,67 (Baik) dengan skor tertinggi 5,00 untuk perspektif Leadership dan skor terendah 1,45untuk perspektif Growth. Terdapat 4 KPI yang perlu ditingkatkan, 2 KPI pada perspektif Growth dan 2 KPIpada perspektif Execution. Usulan perbaikan untuk perspektif Growth adalah dengan menambah jumlaharmada bus Transjakarta dan mengikuti tender untuk penambahan koridor yang baru dibuka. Usulanperbaikan pada perspektif Execution adalah dengan merencanakan kegiatan training untuk pramudi danmekanik secara berkala agar kesalahan dalam bekerja dapat berkurang.Kata kunci : bus transjakarta, kinerja perusahaan, service scorecard
Copyrights © 2016