Surfaktan non-ionik merupakan bahan yang sering digunakan untuk meningkatkan kelarutan obat yang sukar larut pada sediaan per oral. Salah satu obat yang banyak digunakan pada berbagai infeksi dan kelarutannya kecil adalah sulfametoksazol. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh beberapa surfaktan non-ionik dengan berbagai panjang rantai karbon gugus hidrofobik terhadap kelarutan sulfametoksazol dan pengaruhnya terhadap permeabilitas dinding usus pada transpor sulfametoksazol. Penelitian ini dilakukan dengan menentukan kelarutan sulfametoksazol dalam dapar fosfat pH 6,5 dengan penambahan polisorbat 20, polisorbat 40, polisorbat 60 rentang konsentrasi 10 sampai dengan 40 mg% b/v pada suhu 37º C. Percobaan transpor sulfametoksazol dalam dapar fosfat isotonik pH 6,5 menggunakan Everted Small Intestine Sac Technique dengan penambahan polisorbat di bawah dan di atas harga CMC. Pemeriksaan kadar sulfametoksazol menggunakan spektrofotometer UV pada λ 258 nm. Hasil menunjukkan bahwa penambahan polisorbat 20, 40, 60 meningkatkan kelarutan sulfametoksazol (p
Copyrights © 2011