Tulisan ini memaparkan tokoh-tokoh Pergerakan Merah dalam memperjuangkan kemerdekaan dari penjajah Belanda dalam roman Moetiara Berlumpur dan Patjar Merah Kembali ke Tanah Air karya Yusdja. Kedua roman tersebut memberi gambaran peran aktivis Pergerakan Merah yang memperjuangkan nasionalisme atau semangat kebangsaan ala Pergerakan Merah yang beraliran komunis. Bentuk nasionalisme ala Pergerakan Merah itu terefleksi dalam perjuangan yang keras (radikal) dan setia kepada partai. Mereka bergerak di lingkungan kaum buruh dan orang-orang kecil (marginal). Perlawanan para aktivis Pergerakan Merah atas penjajah, yakni dengan cara mengadakan pembongkaran jalan kereta api (Batang Oepamo), memutuskan kawat telepon, dan menghasut kuli-kuli tambang.Abstract:This paper describes the Red Movement leaders in fighting for independence from Dutch colonialists in the Story of Moetiara Berlumpur and Patjar Merah kembali ke Tanah Air written by Yusdja . Both stories illustrate the role of the Red Movement activists fighting for nationalism or national spirit in Red movement version having communist ideology. Form nationalism in Red Movement version was reflected in the hard (radical) and loyal struggle to the party. They moved in the environment of the labor and low class society. The Red Movement activists against the colonialists were done by doing some actions, namely, destroying the railroad (Batang Oepamo), cutting telephone wire, and inciting the mining workers.
Copyrights © 2011