Penelitian ini membahas situasi diaspora yang dialami perempuan pekerja migran di Hong Kong dalam kumpulan cerpen karya perempuan pekerja migran di Hong Kong berjudul Perempuan di Negeri Beton. Situasi diaspora tersebut dianalisis melalui ingatan tokoh terhadap tanah air, serta norma-norma dan budaya Indonesia yang mengingatkan tokoh terhadap Indonesia.Ingatan tokoh perempuan terhadap tanah air membuat tokoh meresistensi dan bernegosiasi dengan budaya Hong Kong.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan konsep diaspora dari Rogers Brubaker dan James Clifford untuk menganalisis diaspora dan konsep unhomely dari Homi K. Bhabha untuk menjelaskan konsep home.
Copyrights © 2016