Subjek penelitian ini adalah cerpen “Misteri Polaroid”, “Cerpen Perempuan Tanpa Ibu Jari”, dan Cerpen “Darah” karya Intan Paramaditha yang terdapat dalam antologi cerpen Sihir Perempuan. Dalam bingkai strukturalisme, yaitu mengidentifikasi perilaku, pola pikir tokoh-tokoh, dan mitos seputar kecantikan yang terdapat pada ketiga cerpen tersebut, peneliti menggunakan teori Levi Strauss dan Roland Barthes. Teori Foucault tentang seksualitas dan kekuasaan dipergunakan untuk mengidentifikasi dominasi kaum patriarki terhadap tubuh dan kecantikan perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan objektif. Analisis data dilakukan berdasarkan fakta yang ada secara empiris dalam ketiga cerpen yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tidak memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri. Konstruksi patriarki tentang cantik dan tidak cantik membuat perempuan menjadi liyan. Konstruksi tersebut diperkuat juga oleh sifat ambivalen perempuan tentang tubuh dan kecantikan yang ada dalam diri perempuan.Abstract:The research centers on Paramaditha’s short stories of “Misteri Polaroid”, “Perempuan Tanpa Ibu Jari”, and “Darah” taken from the anthology of “Sihir Perempuan”. The writer applies Levi Strauss and Roland Barther’ theory to identify behaviour, characters’ way of thinking, and myth on beauty in three short stories in structural way. Foucault’s theory on sexuality and power was used to identify patriachal domination toward women’s body and beauty. The method used in this research is descriptive analysis with objective approach. Data analysis is empirically conducted based on the fact in three short stories. The result of the research shows that women have no power over themselves. Patriarchal construction on being and not being beautiful makes them turn into other person. The construction is also reinforced by their ambivalent nature about body and beauty that exist in their perception.
Copyrights © 2014