This research was conducted in “Tanjung Jabung Timur” Regency, Jambi Province. Jambi Province produce coconut with a total production as 105. 255 tonnes and gave average productivity as 0.9 tonnes/ha in the total land area of 120. 254 ha. “Tanjung Jabung Timur” Regency had coconut production as 50.254 tons with an average productivity of 0.85 tons /ha. The low coconuts price at the farmer level became the main barrier in the marketing sector.The farmers did not have any power to determine the selling price. The research purpose was to determine the channe and margin marketing and its marketing efficiency of the coconut both in marketing agent and among different marketing channel. Snowball sampling method was used in this study. This research was conducted by survey method and descriptive analysis (both qualitative and quantitative). The marketing margin was known by noting the coconut price a long the channel since the farmer to the end site of marketing system. The result showed that there are two different kind of channels. The marketing margin of the firsh channel was RHp. 600,-/unit and the second channel margin gave Rp. 1.931/unit. The firsh channel showed more efficient than the second one, because it had the lower margin.Keywords: marketing channel, marketing margin, marketing agent.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi, Propinsi Jambi menghasilkan kelapa dengan total produksi sebesar 105.255 ton dan produktivitas rata-rata sebesar 0.9 ton/ha dari 120.254 ha luas areal. Kabupaten Tanjung Jabung Timur menghasilkan 50.254 Ton kelapa dengan produktivitas rata-rata sebesar 0.85 Ton/ha. Rendahnya harga kelapa butiran di tingkat petani menjadi kendala utama di bidang tataniaga. Petani tidak memiliki kekuatan dalam menetukan harga jual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran tataniaga dan Marjin tataniaga serta efisiensi saluran tataniaga kelapa baik di tingkat pedagang perantara maupun di saluran tataniaga yang berbeda. Pada penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan metode Snowball Sampling. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey dan dianalisis secara deskriptif (baik kualitatif maupun kuantitatif). Untuk melihat margin tataniaga digunakan pencatatan harganya sepanjang saluran sejak produsen sampai konsumen akhir dalam sistem pemasaran. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat 2 (dua)saluran tataniaga kelapa yang memberikan nilai marjin tataniaga yang berbeda. Marjin saluran I sebesar Rp. 600,-/btr dan marjin saluran II sebesar Rp. 1.931/btr. Terlihat saluran tataniaga I lebih efisien dari saluran tataniaga II karena memiliki marjin yang lebih kecilKata Kunci: saluran tataniaga, margin tataniaga, lembaga tataniaga
Copyrights © 2017