Tujuan: Mengetahui korelasi antara gangguan fungsi jantung berupa
penurunan fraksi ejeksi dengan kadar endothelin-1 dari darah tali pusat
pada pertumbuhan janin terhambat dan normal.
Rancangan/rumusan data: Studi korelasi regresi dengan pendekatan
potong lintang (Cross-sectional study).
Tempat: IGD Lantai III Rumah Sakit Umum Pusat Nasional
(RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Bahan dan cara kerja: Tujuh puluh subjek, masing-masing 35
orang untuk kelompok kasus (bayi PJT) dan 35 orang kelompok bayi
normal dilakukan pemeriksaan fraksi ejeksi jantung janin dengan ultrasonografi
dua dimensi. Setelah bayi lahir dilakukan pemeriksaan kadar
endothelin-1 (ET-1) da-rah tali pusat (a. Umbilikalis) dengan metoda
ELISA. Korelasi antara fraksi ejeksi jantung janin dengan kadar ET-1
akan diuji secara statistik.
Hasil: Umur pasien pada kelompok PJT berkisar antara 19-38 tahun
dengan rata-rata 28,31 tahun, umur pasien pada kelompok normal berkisar
antara 21-40 tahun dengan rata-rata berusia 28,54 tahun. Usia kehamilan
pada kelompok PJT berkisar antara 34-40 minggu dengan ratarata
37 minggu, usia kehamilan pada kelompok normal berkisar antara
38-42 minggu dengan rata-rata usia gestasi 39 minggu. Secara statistik
terdapat perbedaan bermakna (p
Copyrights © 2008