GPR merupakan tugas besar yang ditetapkan melalui Inpres No. 9 tahun 2015 tentang
Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik. Kementerian/Lembaga/Daerah
diharapkan melakukan sinergi melalui distribusi pesan dalam membangun citra
Indonesia dalam memanfaatkan media daring terutama media sosial. Penelitian ini
berdasarkan teori penentuan agenda dan menggunakan metode analisis data. Hasil
yang didapat dari penelitian ini yaitu masih ditemui kendala-kendala pemerintah
dalam membentuk cyber GPR yang professional; konten di website
kementerian/lembaga yang kurang menarik, paradigma humas yang masih
konvensional dan tradisional, humas juga lambat untuk memberikan feedback,
terpengaruh pada budaya birokratis, malas mengupdate informasi, cenderung terpaku
pada fungsi-fungsi protokoler dan administratif kehumasan. terutama tekait sinergi
pembentukan narasi pemberitaan terhadap kinerja pemerintah serta dianalisis upayaupaya yang harus dilakukan pemerintah untuk membentuk cyber GPR yang
profesional.
Kata kunci: Citra, Cyber GPR, Indonesia.
Copyrights © 0000