Setiap ajaran, dogma, doktrin suatu agama atau pemikiran tertentu tentunya tidak akan lepas dari adanya penyelewengan dan penistaan baik oleh penganut intern maupun ekstern ajaran tersebut. Dalam tradisi agama samawi, komunitas akademik dari masing-masing agama tersebut memiliki konsep dan ruang lingkup yang berbeda dalam mendefinisikan penistaan agama (blasphemy). Yahudi memandang bahwa sebuah pernyataan dianggap sebagai penistaan jika orang yang bersangkutan menghina kehormatan nama Tuhan. Sedangkan Kristen memiliki cakupan yang lebih luas dari Yahudi. Dalam tradisi Kristen, sebuah pernyataan dianggap penistaan jika mengandung unsur penghinaan terhadap kehormatan Yesus, kitab suci, dan setiap pandangan keagamaan yang menyeleweng jauh dari ajaran Gereja.
Seperti halnya Kristen, Islam pun memiliki konsep dan ruang lingkup yang luas terkait dengan penistaan agama. Penistaan menurut Islam, tidak hanya terbatas pada penistasan Tuhan dan simbol-simbol keagamaan (seperti figur-figur suci seperti nabi, malaikat dan kitab suci al-Quran) namun juga segenap pemikiran yang menyeleweng dari ajaran yang disepakati oleh komunitas akademik Islam itu sendiri. Hukuman bagi penista agama pun berbeda-beda
Copyrights © 2017