Cuci tangan memiliki peran penting dalam mengendalikan masuknya bakteri lewat jalur oral dan mencegah penyebaran berbagai macam penyebaran penyakit. Keterbatasan sarana cuci tangan dan alasan kepraktisan memunculkan produk tisu basah antiseptik sebagai alternatif cuci tangan yang bertujuan untuk membersihkan permukaan tangan serta mengurangi jumlah bakteri pada tangan. Tisu basah penggunaanya sudah umum dikalangan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan pembuktian seberapa efektiv produk tisu basah yang berada dipasaran dalam menurunkan jumlah bakteri tangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yang dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai perbedaan jumlah bakteri sebelum dan sesudah dibersihkan menggunakan tisu basah antiseptik. Jumlah sampel yang diambil adalah 26 sampel swab telapak tangan yang diperoleh dengan cara acak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah bakteri pada telapak tangan sebelum dibersihkan adalah 2,2 x 107 CFU/ml dan jumlah bakteri pada telapak tangan sesudah menggunakan tisu basah antiseptik adalah 9,0 x 106 CFU/ml. Dari uji statistic didapat nilai t hitung sebesar 10.496 dengan sig 0.00 < 0.05. dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan jumlah bakteri pada tangan setelah penggunaan tisu basah antiseptik.
Copyrights © 2017