An1mage Jurnal Studi Kultural
Vol 1 No 2 (2016): An1mage Jurnal Studi Kultural

Upside down Building: Suatu Karya Dekonstruksi Desain Arsitektur

Yusa, I Made Marthana (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Jul 2016

Abstract

Pengoreksian International Style yang diprakarsai oleh Wolfgang Weingart (1960-an) disebabkan oleh prinsip desain modern dengan universalisme dan singularitas kebenarannya telah membatasi paradigma berpikir seorang desainer sehingga karya yang dihasilkan para desainer pada periode tersebut terlihat identik dan tipikal. Dekonstruksi hadir dengan latar-belakang posmodernisme yang berdasarkan pemikiran filsafat bahwa susunan pemikiran yang begitu terpadu, yang tersusun rapi, kini dipilah-pilah sampai ke dasar-dasarnya. Kehadiran dekonstruksi dilihat sebagai bagian dari posmodernisme yang secara epistemologi atau filsafat pengetahuan, harus menerima suatu kenyataan bahwa manusia tidak boleh terpaku pada suatu sistim pemikiran yang begitu ketat dan kaku. Dekonstruksi Derrida menawarkan perbedaan dan penangguhan kebenaran makna atau disebut différance. Menghasilkan karya desain yang aneh, ganjil, maupun modern yang keluar dari aturan baku hendaknya bukan tujuan utama bagi para desainer. Lebih dari itu, para desainer wajib untuk bisa melihat dan merasakan perubahan budaya sehingga karya yang dihasilkan bisa adaptif terhadap dialektika sosial yang terjadi. Tulisan ini membaca teks penerapan dekonstruksi pada karya Desain, pada bahasan khusus menghadirkan upside down building atau "gedung yang terbalik" (literraly) sebagai studi kasus.

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

ajsk

Publisher

Subject

Arts Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK ISSN: 2477-3492) menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarginalkan) dalam melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan ...