An1mage Jurnal Studi Kultural
Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural

Membongkar Mitos Jurnal Ber-ISSN Wajib Terakreditasi Dikti yang Hanya Mendapatkan Nilai Kumulatif bagi Dosen di Indonesia

Gumelar, Michael Sega (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Jan 2017

Abstract

International Standard Serial Number (ISSN) yang berawal dari International Organization for Standardization (ISO) sebagai standar internasional untuk penyusunan secara urut, pembuatan katalog, memudahkan peminjaman antarperpustakaan, dan hal-hal yang membuat mudah lainnya dalam literatur secara serial. Pertama kali diusulkan pada tahun 1971 kemudian diterbitkan sebagai ISO 3297 pada tahun 1975. ISSN digunakan secara luas untuk majalah, terbitan berseri lainnya dan jurnal. ISSN internasional berpusat di Paris dan memiliki website yang dapat diakses secara mudah di www.issn.org di Indonesia seperti negara lainnya juga memiliki pelayanan ISSN ini yang dapat diakses di http://issn.lipi.go.id/ Dalam beberapa puluh tahun terakhir muncul mitos bahwa jurnal yang sudah memiliki ISSN tidak berharga karena tidak memiliki nilai dalam pengajuan jenjang jabatan akademik (JJA) dosen karena yang mendapatkan nilai kumulatif untuk pengurusan JJA tersebut hanya jurnal ber-ISSN yang sudah terakreditasi oleh pendidikan tinggi (Dikti) di Indonesia. Studi ini bertujuan membongkar, mendekonstruksi, dan atau memecahkan mitos tersebut dan memberikan pencerahan agar para dosen tetap dapat terus berkarya dalam membuat laporan penelitian dengan nyaman tanpa dibebani apakah jurnal tersebut terakreditasi oleh Dikti atau tidak, sebab selama jurnal tersebut memiliki ISSN, maka sudah pasti mendapatkan nilai kumulatif tertentu yang disesuaikan dengan bidang ilmu para dosen tersebut.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

ajsk

Publisher

Subject

Arts Humanities Decision Sciences, Operations Research & Management Education Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK ISSN: 2477-3492) menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarginalkan) dalam melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan ...