Articles
Dekonstruksi Pemikiran Mistis Fritjof Capra dalam Buku “Titik Balik Peradaban”
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 1 No 1 (2016): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (668.046 KB)
Mendekonstruksi pemikiran mistis ala Friftjof Capra dalam bukunya berjudul “Titik Balik Peradaban – Sains, Masyarakat dan Kebangkitan Kebudayaan” yang diterjemahkan oleh M.Thoyibi dan diterbitkan Bentang Pustaka cetakan pertama tahun 1997 sampai cetakan keenam 2004.
Dekonstruksi ini diperlukan dalam mengungkap pemikiran mistis Friftjof Capra yang terjebak kembali ke pola pikir lama yaitu “when you don't know anything about anything god knows” yaitu “bila kita tidak mengetahui sesuatu tuhan tahu semuanya”.
Pemarginalan Terstruktur: Implikasi Sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” dari Pancasila Terhadap Sila Lainnya
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 3 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1245.684 KB)
Pemarginalan adalah pengucilan dalam segala bentuk yang merugikan kepada seseorang dan atau kepada suatu komunitas yang dilakukan oleh seseorang dan atau oleh komunitas lainnya dalam skala relatif besar dan atau kecil secara terstruktur ataupun tidak. Sedangkan Implikasi adalah konsekuensi logis yang dipastikan terjadi sebagai impak, akibat, dan memiliki efek samping berikutnya yang tidak dapat terelakkan dari suatu keputusan tertentu.
Sila kesatu dari Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” memiliki implikasi pemarginalan secara terstruktur terhadap sila lainnya, secara terstruktur karena ditempatkan sebagai dasar negara dengan urutan nomor satu, penempatan dalam urutan tersebut secara mental mempunyai kekuatan terkuat untuk menggerakkan pikiran dan aksi seseorang dan atau aksi suatu komunitas yang menerapkan sila tersebut.
Penulis dalam studi ini memberikan bukti-bukti secara nyata sebagai hasil implikasi sila pertama dari Pancasila tersebut dalam kehidupan bernegara yang dilakukan oleh pemerintah dan rakyat di Indonesia dari waktu ke waktu serta usulan solusi dari penulis agar pemarginalan terstruktur tidak terjadi lagi di masa depan.
Tatabahasa: Inkonsistensi Bahasa Indonesia
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 3 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (720.452 KB)
Ada banyak kebingungan dalam tata bahasa di Bahasa Indonesia. Pertama acuan tatabahasa ini dulu disebut dengan nama EjaanYang Disempurnakan (EYD) kemudian pada tahun 2017 diperbarui dengan Ejaan Bahasa Indonesia yang dirangkum dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Pemilihan kata ejaan pada panduan baku Ejaan Bahasa Indonesia dan tetap menggunakan kata Ejaan Bahasa Indonesia menjadi tidak mengena pada inti permasalahan yaitu tentang tatabahasa (grammar) Indonesia.
Selain tidak tepat memberikan tatabahasa dengan istilah ejaan. Tatabahasa Indonesia juga memiliki banyak kekurangan secara logika dan struktur bila dibandingkan dengan Bahasa Inggris yang menjadi acuan bahasa internasional untuk keperluan memudahkan translasi dan interpretasi makna (interpreting).
Terlebih lagi ada banyaknya istilah-istilah (idioms) yang memerlukan pemahaman khusus tentang budaya suatu negara dalam menginterpretasikan ke Bahasa Indonesia dan atau sebaliknya ke dalam Bahasa Inggris dan atau ke bahasa asing lainnya. Studi ini memberikan usulan perbaikan pada tatabahasa (grammar), logika, makna, dan penyebutan nama baku untuk “Tatabahasa Indonesia” menggantikan “Ejaan Bahasa Indonesia”.
Hegeformaslavery: OJS dan Jebakan Saling Tuding sebagai Jurnal Predator
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 3 No 1 (2018): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (925.497 KB)
Open journal system menjadi salah satu acuan bahwa suatu terbitan jurnal sudah membuka akses (open access system) kepada umum agar setiap artikel yang ada di dalamnya dapat diakses dan diunduh secara gratis. Tetapi ada juga open journal system di mana si penulis membayar biaya akses untuk open journal system tersebut. Kemudian ada content management system (CMS) yang juga bernama Open Journal System (OJS) menambah kebingungan arti dari istilah open journal system itu sendiri.
Apa open journal system itu? Lalu mengapa ada banyak versi? Versi mana yang benar? Studi ini membahas tuntas apa itu open journal system. Juga secara relatif membuka jebakan dari beberapa penerbit yang bersaing secara ekonomi murni (kapitalisme) dan berhasil masuk pada jurnal yang di-index oleh Elsevier, Scopus. Kemudian terjadi inkonsistensi oleh Scopus karena beberapa jurnal yang sudah masuk dikeluarkan dari Scopus journal indexing system. Ada apakah? Karena ketidakmampuan para penerbit itu membayar biaya open access system? Atau karena kualitas yang buruk? Lalu mengapa Elsevier yang memiliki Scopus membuat Mendeley? Penulis juga memberikan solusi sebagai usulan kepada Pemerintah Indonesia yang selama ini telah menjadi hegeformaslaves dari para hegeformaslaver dalam sistem hegeformaslavery.
Napak Tilas Marginalisasi Berbagai Etnis di Indonesia dalam Hubungannya dengan Bhinneka Tunggal Ika
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 1 No 2 (2016): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2027.9 KB)
Marginalisasi salah satu Etnis Indonesia yang telah terjadi tidak hanya sekali, tetapi sering terjadi, sala h satunya muncul dan menguat sampai terjadinya perkosaan massal dikerusuhan Mei 1998. Studi ini menitikberatkan pada upaya eliminasi marginalisasi etnis dan bagaimana cara memahaminya, dan tidak membahas secara khusus apa penyebab terjadinya beberapa kerusuhan pada beberapa etnis tersebut di masa lalu, namun studi berupa napak tilas melihat pada fakta sejarah secara umum pendekatan studi kultural ini diharapkan dapat memberi impak, dampak, dan efek samping agar meminimalkan bahkan mengeliminasi terjadinya marginalisasi etnis tersebut serta menegaskan untuk mencari solusi sebagai awal untuk memulai diskusi agar tidak terulang lagi di masa depan dengan pemahaman “Bhinneka Tunggal Ika”.
Mitos dalam Hak Cipta di Indonesia: Antara Idealisme dan Kenyataan
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1118.809 KB)
Hak cipta dipahami dengan banyak versi dan bahkan menjadi mitos-mitos yang membuat para pembuat karya menjadi ketakutan dan tidak mengerti apa sesungguhnya yang disebut hak cipta di Indonesia, sehingga hak cipta persepsi oran awam kenyataannya jauh berbeda dengan kenyataannya secara hukum.
Di sini dijelaskan apa hak cipta itu sesungguhnya serta kekeliruan apa yang terjadi di pemahaman masyarakat di Indonesia tentang hak cipta sehingga tercipta mitos-mitos yang kini beredar dan dianggap sebagai kebenaran dan usulan dari penulis untuk membuat simbol baru bagi hak cipta (authorship) dengan hak copy (copyright).
Industri Budaya dan Kontes Prestige: Terpinggirnya Pemuatan Laporan Penelitian di Jurnal yang Tidak Terindeks Scopus di Indonesia
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (872.498 KB)
Menyoroti, mengkritisi, mendekonstruksi keterpinggiran jurnal nonindeks di Scopus dan bobot penelitian seorang peneliti apakah karena dapat masuk ke jurnal yang terindeks oleh Scopus? Ataukah karena bobot yang berkualitas karena penelitian itu sendiri walaupun tidak masuk ke jurnal yang tidak terindeks oleh Scopus?
Industri budaya yang dibisniskan dalam laporan penelitian di bidang pendidikan, Indeks Scopus serta munculnya kontes prestige, keikutsertaan Pemerintah Indonesia dalam mendukung hegemoni tersebut yaitu dengan adanya program meraih gelar doktor sebagai salah satu syaratnya adalah laporan penelitian calon doktor tersebut masuk ke dalam jurnal yang terindeks di Scopus saat studi ini dilaporkan.
Story Waveform Model sebagai Alternatif lebih Baik dari Story Mountain Model dalam Mendesain Cerita agar Lebih Mudah
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1306.624 KB)
Tidak semua orang dapat membuat cerita. Namun, banyak orang dapat bercerita secara lisan. Untuk itu, penelitian ini akan memberikan tambahan dan pengayaan bagaimana cara membuat cerita dengan lebih mudah, studi ini juga menawarkan pendekatan model baru yang disebut Story Waveform Model. Pendekatan ini konsepnya berbeda dengan pendekatan penyusunan Story Mountain Model yang selama ini banyak digunakan.
Story Waveform Model ini dapat menjadi acuan yang lebih mudah dalam menjelaskan suatu struktur cerita dan dalam membuat kerangka cerita atau plot, di mana plot tersebut dapat dijadikan bab atau subbab.
Membongkar Mitos Jurnal Ber-ISSN Wajib Terakreditasi Dikti yang Hanya Mendapatkan Nilai Kumulatif bagi Dosen di Indonesia
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 1 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (934.729 KB)
International Standard Serial Number (ISSN) yang berawal dari International Organization for Standardization (ISO) sebagai standar internasional untuk penyusunan secara urut, pembuatan katalog, memudahkan peminjaman antarperpustakaan, dan hal-hal yang membuat mudah lainnya dalam literatur secara serial. Pertama kali diusulkan pada tahun 1971 kemudian diterbitkan sebagai ISO 3297 pada tahun 1975. ISSN digunakan secara luas untuk majalah, terbitan berseri lainnya dan jurnal.
ISSN internasional berpusat di Paris dan memiliki website yang dapat diakses secara mudah di www.issn.org di Indonesia seperti negara lainnya juga memiliki pelayanan ISSN ini yang dapat diakses di http://issn.lipi.go.id/
Dalam beberapa puluh tahun terakhir muncul mitos bahwa jurnal yang sudah memiliki ISSN tidak berharga karena tidak memiliki nilai dalam pengajuan jenjang jabatan akademik (JJA) dosen karena yang mendapatkan nilai kumulatif untuk pengurusan JJA tersebut hanya jurnal ber-ISSN yang sudah terakreditasi oleh pendidikan tinggi (Dikti) di Indonesia.
Studi ini bertujuan membongkar, mendekonstruksi, dan atau memecahkan mitos tersebut dan memberikan pencerahan agar para dosen tetap dapat terus berkarya dalam membuat laporan penelitian dengan nyaman tanpa dibebani apakah jurnal tersebut terakreditasi oleh Dikti atau tidak, sebab selama jurnal tersebut memiliki ISSN, maka sudah pasti mendapatkan nilai kumulatif tertentu yang disesuaikan dengan bidang ilmu para dosen tersebut.
Proyeksi Kritis: Kesetaraan Gender di Masa Depan
Gumelar, Michael Sega
An1mage Jurnal Studi Kultural Vol 2 No 2 (2017): An1mage Jurnal Studi Kultural
Publisher : an1mage
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (736.488 KB)
Proyeksi Gender dan implikasi yang akan terjadi di masa depan. Pada dasarnya cita-cita kesetaraan gender menjadi acuan dewasa ini, namun transformasi dari pemikiran religius, serta kebudayaan suatu area ke pemikiran kesetaraan gender memberikan celah pemikiran yang berbeda tentang kesetaraan gender yang dimaksud, sehingga pengejaran kesetaraan gender malah dimanipulasi oleh golongan yang dianggap sebagai “korban’ dari ketidaksetaraan gender sebelumnya yaitu para wanita.
Para wanita ditengah transformasi pemikiran kesetaraan gender tersebut malah ada yang salah persepsi sehingga para wanita dengan ketidakmengertiannya tersebut malah secara sengaja atau tidak menjadi membalik dan memarginalkan pada beberapa pria yang mulai menerima “apa arti kesetaraan gender tersebut”, tetapi para pria malah terjebak dengan keadaan merugikan mereka yang tidak pernah dipikirkannya akan terjadi sebelumnya. Di sini dibahas proyeksi apa saja yang akan menjadi isu dan potensi konflik kemungkinan-kemungkinan dari implikasi kesetaraan gender ke depannya serta usulan solusinya yang memungkinkan.