Media Akuakultur
Vol 5, No 2 (2010): (Desember 2010)

BUDIDAYA UDANG VANAME SISTEM BIOFLOK

Brata Pantjara (Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros)
Agus Nawang (Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros)
Usman Usman (Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros)
Rachman Syah (Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau, Maros)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2010

Abstract

Problem utama pada budidaya tambak udang intensif adalah menurunnya kualitas air yang layak selama pemeliharaan udang dan munculnya penyakit. Upaya mengurangi permasalahan tersebut adalah pemanfaatan bioflok di tambak. Bioflok merupakan campuran dari berbagai mikroba, fitoplankton, zooplankton, protozoa, detritus, partikel organik. Teknologi bioflok dapat meningkatkan kualitas air, meminimalkan pergantian air (tanpa pergantian air), efisiensi pakan, dan menghambat berkembangnya penyakit selama budidaya. Budidaya udang vaname intensif sistem bioflok dengan padat penebaran 100 ekor/m2 selama 95 hari diperoleh produksi sebesar 10,375 kg/ha (FCR 1,3) dan tanpa bioflok 9,176 kg/ha (FCR 1,6).

Copyrights © 2010






Journal Info

Abbrev

ma

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology

Description

Media Akuakultur as source of information in the form of the results of research and scientific review (review) in the field of applied aquaculture including genetics and reproduction, biotechnology, nutrition and feed, fish health and the environment, and land resources in ...