Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah pelatihan berbasis simulasi dapat meningkatkanketerampilan guru Matematika menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray.Penelitianini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan diawali dengan observasipra siklus terhadap 10 guru matematika. Untuk mengumpulkan data, digunakan instrumen yaitu: (1)penilaian keterlaksanaan tindakan pada pelatihan berbasis simulasi; (2) telaah RPP; dan (3) lembarpengamatan terhadap guru dalam menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata persentase keterampilan guru dalam penyusunan RPP denganmodel cooperative learning tipe two stay two stray pada pra siklus sebesar 72,13% (cukup), pada siklus I sebesar 92,53% (amat baik) dan pada siklus II sebesar 95,87% (amat baik); (2) Rata-rata persentase keterampilan guru menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray pada pra siklus sebesar 10,00% (amat kurang), pada siklus I sebesar 68,75% (kurang) dan pada siklus II sebesar 85,42% (baik). Jadi tindakan dikatakan berhasil setelah dilaksanakan siklus II.Kesimpulan penelitian yaitu pelatihanberbasis simulasi dapat meningkatkan keterampilan guru matematika menerapkan model cooperative learning tipe two stay two stray.Kata Kunci:Twostay two stray, cooperative learning, keterampilan guru, simulasi, pelatihan
Copyrights © 2014