Tugas rangkap para Pelayan Kristus adalah berteologi dan melayani, secara esensial keduanya menyatu. Tidak dapat disebut demarkasi (pemisahan) seteologi cara tegas. Berteologi yang benar adalah pelayanan itu sendiri, karena teologi pada dasarnya adalah usaha orang percaya untuk mengenali Allahnya berdasarkan pernyataan-Nya di dalam dan melalui Yesus Kristus sebagaimana dinyatakan dalam Alkitab. Ini hanya bias dilakukan (sebenarnya) dengan sikap melayani Allah (Theos), karena Theo situ tidak hanya petut menjadi obyek studi, namun secara simultan juga harus sebagai subyek-nya. Karena itu jika tidak dalam sikap melayani Allah, sudah pasti teologinya keblinger (sesat). Berteologi semacam itu tidak lagi dilandasi rasa takut akan Tuhan (Ams 1:7) dan pastilah melahirkan kesesatan belaka. Sebaliknya, jika melayani dalam bentuk apapun, pada dasarnya adalah berteologi itu sendiri. Tidak ada yang dinamakan melayani tanpa berteologi. Jika melayani tanpa berteologi yang benar akan sama dengan membangun rumah diatas pasir yang tidak akan tahan uji dari terpaan angin pencobaan.
Copyrights © 2013