Peningkatan produksi ikan lele akan membahayakan usaha budidaya ikan lele apabila tidak disetai inovasi teknologi hasil pengolahannya. Hal ini disebabkan karena konsumsi terbesar ikan lele masih dalam bentuk segar, belum banyak dimanfaatkan dalam bentuk produk olahan. Diversifikasi pengolahan ikan lele diperlukan untuk mengimbangi peningkatan produksi ikan lele menjadi produk olahan Karage yang mempunyai nilai ekonomis dan mempunyai daya simpan yang lebih panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya terima (Tingkat kesukaan) makanan karage ikan lele. Selain itu juga untuk menghitung nilai gizi energi dan protein. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan rancangan percobaan 4 formulasi perlakuaan karage ikan lele. Sampel penelitian adalah 4 perlakuan formulasi karage. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui fillet ikan lele menjadi karage lele. Pada penelitian ini digunakan ukuran yang diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya Hasil penelitian didapatkan 4 formulasi Karage ikan lele perlakuan T2 adalah produk yang paling disukai panelis dan di dapat kandungan protein tertinggi pada perlakuan T3 yaitu 11.49 karage ikan lele yang paling disukai panelis berasa gurih dan renyah, juga penampilan yang menarik. Dari hasil penelitian dapat direkomendasikan : 1) Untuk memperkaya keragaman modifikasi hasil olahan ikan lele dapat menambah pada jenis kudapan yang ada di daerah setempat yang disukai dari balita sampai dengan usia dewasa, baik kudapan tradisional maupun modern. 2) Untuk penelitian lebih lanjut dapat berbagai jenis olahan ikan lele untuk meningkatkan nilai gizi hasil olahan berbahan dasar ikan lele.
Copyrights © 2013