Kerang merupakan salah satu komoditas dari kelompok shellfish yang sudah dikenal masyarakat, Kerang adalah salah satu hewan laut yang sudah lama dikenal sebagai sumber protein hewani yang murah, kaya akan asam amino esensial (arginin, leusin, lisin). Kerang mengandung daging sekitar 30% dari berat keseluruhan, yang mengandung mineral-mineral kalsium, fosfat, besi, yodium, dan tembaga.). Kegiatan pengolahan kerang menghasilkan limbah padat yang cukup tinggi. Besarnya jumlah limbah padat cangkang kerang yang dihasilkan yang mempunyai kandungan kalsium dan protein yang cukup tinggi, memerlukan upaya serius untuk menanganinya agar dapat bermanfaat dan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Maka diperlukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diupayakan mengadakan penelitian fortifikasi kalsium pada produk krupuk untuk pemanfaatan limbah kulit kerang untuk peningkatan nilai gizi dan peluang usaha pasca panen hasil perikanan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sedangkan rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan yaitu TO.T1,T2,T3,T4, dengan prosentase berdasarkan RDA jumlah ulangan untuk setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 20 satuan percobaan Penentuan kandungan kalsium (SNI,1992) dan penentuan nilai organoleptik yang dilakukan adalah dengan metode skala hedonik , yaitu penilai mutu bahan makanan oleh panelis ahli. Hasil penelitian warna, rasa, tekstur kerupuk yang ditambah kulit kerang tidak mempengaruhi tingkat penerimaan panelis ahli
Copyrights © 2010