Investasi adalah menempatkan uang atau dana dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa yang akan datang terhadap investasi di financial assests khususnya saham pada dasarnya di lakukan investor adalah bertujuan untuk memperoleh return atau keuntungan yang maksimal. Untuk memperoleh return yang maksimal maka kegiatan pemilihan saham oleh investor memiliki kepentingan yang tinggi dalam hal informasi harga saham. Pemodal tidak tahu pasti hasil yang akan di peroleh dari investasi yang di lakukannnya. Maka dalam pembentukan portofolio, antara tingkat keuntungan dan tingkat risiko harus di pertimbangkan. Salah satunya dengan analisis potofolio model Sharpe di mana dasar analisisnya adalah pada return masa lalu untuk memprediksi risk dan return masa datang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dengan teknik penelitian dokumentasi dari Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM), selain data tersebut penulis juga menggunakan data tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling acak beraturan (ordinal sampling) dengan mengambil sampel dari nomor â nomor subjek dengan jarak yang sama, yaitu anggota sampel nomor urut 2, 4, 6, 8, 10. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif dengan menghitung portofolio model Sharpe. Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian dapat diketahui bahwa dari 10 sekuritas perusahaan yang dipilih sebagai sampel yang dikelompokkan dalam dua bentuk pencatan yang terdiri dari 5 perusahaan pada papan pencatatan utama dan 5 perusahaan pada papan pencatatan pengembangan dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata expected return sebesar 0,054 % dan nilai rata-rata risk sebesar 0,163 %, dan semua saham mempunyai E(Ri) < Ïi. Oleh karena itu semua saham tersebut dapat tidak dapat diikut sertakan pada langkah selanjutnya dalam proses pembentukan portofolio model Sharpe. Dikarenakan tidak terdapat perusahaan yang memiliki nilai return yang lebih kecil dari risk, dikarenakan faktor-faktor return yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu yield dan capital gain (loss). Yield merupakan komponen return yang mencerminkan aliran kas atau pendapatan yang diperoleh secara periodik dari suatu investasi dan capital gain (loss) sebagai komponen kedua dari return yang merupakan kenaikan (penurunan) harga suatu surat berharga, yang bisa memberikan keuntungan (kerugian) bagi investor. Â Â Â Â Kata kunci : Saham, Risiko dan Return.
Copyrights © 2019