Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang diberi model pembelajaran berbasis masalah dengan model pembelajaran biasa. Penelitian ini dilakukan pada kelas V SD Negeri 200201 Ujung Padang Kota Padangsidimpuan semester dua dengan jumlah sampelnya sebanyak 50 siswa yang terbagi kedalam kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan rancangan penelitian menggunakan Pretes-Postes Control Group Design. Berdasarkan hasil penelitian dari rata-rata gain ternormalisasi melalui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah diperoleh skor yaitu 0.45 lebih tinggi dibandingkan pembelajaran biasa dengan memperoleh rata-rata 0.21. Hasil analisis data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa menggunakan pembelajaran berbasis masalah lebih baik daripada siswa yang diberi pembelajaran biasa. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah salah satu alternative untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, menemukan ide-ide baru, berpikir secara flexibility sehingga lebih luwes dan terperinci.
Copyrights © 2018