Peningkatan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah berusaha untuk memahami bagaimana karakter peserta didik dalam proses kegiatan belajar dan bagaimana informasi yang diperoleh dapat diproses oleh pikiran siswa sehingga menjadi milik mereka serta bertahan lama dalam pikiran siswa. Berdasarkan itu, perlu diupayakan hal-hal yang bersifat inovatif dan kreatif guru dalam merencanakan kegitan belajar mengajar. Dengan pemanfaatan kearifan lokal Mbojo (Bima-Dompu) sebagai sumber belajar dalam mengembangkan potensi lokal, siswa dapat memahami lebih cepat apa yang diajarkan oleh guru karena materi yang diajarkan ke siswa sangat kontekstual.
Tujuan dari pemanfaatan cerita rakyat Mbojo adalah untuk menghasilkan produk berupa bahan ajar menulis cerita pendek berbasis cerita rakyat Mbojo. Sebagai sumber bahan ajar pembelajaran bahasa Indonesia dalam meningkatkan kualitas belajar siswa, dan membuka peluang bagi siswa untuk mengembangkan potensi budaya lokal Mbojo, maka dengan hadirnya bahan ajar ini siswa dapat menerima materi yang kontekstual.
Berdasarkan hasil uji siswa, ketujuh kriteria tersebut sudah memenuhi syarat kelayakan untuk diimplementasikan. Aspek kelayakan isi bahan ajar diperoleh presentase sebesar 87,5% yang didapatkan dari uji ahli 99,7%, uji praktisi 79,2% dan uji siswa sebesar 92,3%. Hampir setiap criteria yang terdapat pada aspek isi (materi) tidak ada yang memperoleh skor dibawah 75%. Hal itu berarti bahan ajar tergolong layak dan dapat diimplementasikan
Copyrights © 2018