JBN (Jurnal Bedah Nasional)
Vol 1 No 2 (2017): JBN (Jurnal Bedah Nasional)

Perbedaan Kadar Plasminogen Activator Inhibitor-1 Cairan Peritoneum Tikus Wistar antara yang Diberi Vitamin E Topikal atau Ketorolak Intramuskular atau Simvastatin Oral atau Kombinasi Ketiganya pada Tikus Wistar yang Dilakukan Abrasi Ileum

Kadek Deddy Ariyanta (Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Bedah Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung)
Dikki Drajat Kusmayadi (Departemen Ilmu Bedah Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung)
Rizki Diposarosa (Departemen Ilmu Bedah Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung)



Article Info

Publish Date
10 Apr 2017

Abstract

Tujuan: untuk membuktikan adanya perbedaan kadar plasminogen activator inhibitor-1 (PAI-1) cairan peritoneum tikus Wistar antara yang tidak diberi obat, diberi obat tunggal vitamin E topikal atau ketorolak intramuskular atau simvastatin oral dengan yang diberi obat kombinasi ketiganya pada tikus Wistar yang dilakukan abrasi ileum. Metode: penelitian eksperimental laboratorik, menggunakan tikus Wistar jantan. Tiga puluh ekor tikus Wistar dilakukan abrasi ileum dan dibagi 5 kelompok: kontrol (K); perlakuan 1, diberi vitamin E topikal (P1); perlakuan 2, diberi ketorolak intramuskular (P2); perlakuan 3, diberi simvastatin oral (P3); dan perlakuan 4, diberi kombinasi vitamin E topikal, ketorolak intramuskular, dan simvastatin oral (P4). Cairan peritoneum diambil 7 hari kemudian untuk mendapatkan kadar PAI-1 cairan intraperitoneum. Uji beda kadar PAI-1 cairan peritoneum dengan uji one way ANOVA dan Dunett’s T3. Hasil: kadar PAI-1 cairan peritoneum tikus Wistar yang dilakukan abrasi ileum antara kelompok kontrol dengan kelompok kombinasi (p=0,046), kelompok vitamin E dengan kombinasi (p=0,000), kelompok ketorolak dengan kombinasi (p=0,000), dan kelompok simvastatin dengan kombinasi (p=0,002). Simpulan: kadar PAI-1 cairan peritoneum lebih rendah secara bermakna pada kelompok yang diberi perlakuan kombinasi dibandingkan dengan pemberian obat tunggal dan yang tidak diberi.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jbn

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology

Description

JBN (Jurnal Bedah Nasional) is published twice a year in January and July. This journal encompasses original research articles, review articles, and case reports of all fields of surgery medicine, including General Surgery; Digestive Surgery; Oncology Surgery; Pediatric Surgery; Neurosurgery; ...